"Dokter, tadi Nyai Janari mencari Anda. Katanya, Nyai sudah menunggu di ruang tengah," ucap Kukuh begitu melihat Dokter Harsha keluar dari kamarnya. Pria sepuh itu kini sudah tampak segar, mengenakan setelan khas dokternya yang memancarkan wibawa dan karisma."Bagus. Bawa kotakmu dan ranselmu, Kuh. Ayo kita ke sana sekarang," jawab Dokter Harsha singkat dan padat.Kukuh mengangguk. Ia menggendong ranselnya dan memeluk erat kotak kayu jati kelam itu, lalu mengikuti langkah gurunya menyusuri lorong menuju ruang tengah.Setibanya di sana, Nyai Janari yang sedang duduk bersandar langsung berdiri dan menyambut mereka. Kesombongan yang tadi ia tunjukkan pada Kukuh mendadak lenyap, digantikan oleh senyuman yang sangat ramah."Selamat pagi, Dokter Harsha," sapa Nyai Janari dengan takzim."Selamat pagi, Nyai," balas Dokter Harsha tenang. Sambil berjalan mendekati meja, pria sepuh itu melirik jam tangan lawas di pergelangan kirinya yang sudah menunjukkan pukul 08:00 WIB. "Bagaimana? Apakah semu
Last Updated : 2026-05-21 Read more