"Apa tidak apa-apa, Dok, jika ditabrak begitu saja?" tanya Kukuh, suaranya sedikit bergetar karena khawatir. Bayangan menabrak puluhan orang berjejer di pinggir jalan tentu menabrak akal sehat manusia normal."Tidak apa-apa. Tabrak saja. Yang kamu lihat di pinggir jalan itu bukan manusia," jelas Dokter Harsha dengan nada dingin yang tak terbantahkan.(Apa ini jenis makhluk halus yang sering diceritakan orang-orang sebagai penyebab kecelakaan di jalur lintas provinsi?) batin Kukuh, menelan ludah."Baik, Dok," ucap Kukuh tenang. Ia mencengkeram kemudi lebih erat, menatap lurus ke depan, dan melajukan sedan jadul itu membelah kabut dan hujan, mengabaikan lambaian tangan-tangan pucat di pinggir jalan yang perlahan memudar terlewatkan.Mereka berdua melaju di tengah hujan selama lebih dari setengah jam, dan indikator bensin semakin turun. Di tengah kecemasannya, mata Kukuh menangkap pendaran lampu dari sebuah tiang tinggi berwarna merah di sebelah kiri jalan.(Wah, itu dia pom bensinnya,)
Last Updated : 2026-05-16 Read more