Mendengar estimasi harga yang diucapkan Robert, Ratih sama sekali tidak bergeming. Wajah cantiknya tetap tenang, seolah angka tujuh ratus miliar itu hanyalah nominal biasa baginya."Saya rasa, kalung ini tidak akan pernah saya jual, Pak Robert," ucap Ratih dengan senyum simpul yang sopan namun final."Saya sangat memahami keputusan Nona. Pusaka sejati memang selayaknya dijaga, bukan diperjualbelikan," balas Robert penuh pengertian. Pria paruh baya itu merogoh saku dalam jasnya, mengeluarkan sebuah kartu nama eksklusif berwarna emas hitam."Namun, jika Nona berkenan, ini adalah kartu nama pribadi saya," ucap Robert seraya menyerahkan kartu itu dengan kedua tangannya langsung kepada Ratih, benar-benar mengabaikan eksistensi Widya dan Sadewa yang masih berdiri mematung layaknya patung bernapas di sebelahnya. "Mungkin di lain waktu Nona berubah pikiran, atau Nona membutuhkan jasa kurasi untuk koleksi pribadi Nona yang lain, silakan langsung menghubungi saya kapan pun."Ratih menerima kart
Last Updated : 2026-05-27 Read more