"Baik, Tuan Muda. Saya paham. Akan saya atur semuanya agar rapi tanpa jejak," ucap Dokter Hadi, suaranya masih diliputi ketakutan."Dan Dokter..." Kukuh menjeda kalimatnya, menatap pria paruh baya itu dengan sorot mata mengintimidasi. "Nanti, ketika urusan ini sudah selesai, ada hal penting yang ingin saya tanyakan kepada Anda."Mendengar itu, Dokter Hadi buru-buru menjawab, "Apa itu, Tuan Muda? Biar saya jawab sekarang juga.""Tidak perlu. Fokuslah dulu menyelesaikan ritual pemagaran gedung ini dengan benar," potong Kukuh tegas."Baik, Tuan," ucap Dokter Hadi seraya menunduk hormat.Pria berjas rapi itu kemudian memutar tubuhnya dan melangkah cepat ke arah Ki Darmo yang sedari tadi hanya berdiri mematung sambil memegangi pipinya.PLAAAKKK!!!Satu tamparan keras kembali mendarat telak di wajah Ki Darmo. Sang dukun nyaris tersungkur, namun tak berani membalas."Cepat bantu aku membereskan kekacauan yang kau buat ini, Bodoh!" desis Dokter Hadi menumpahkan amarah dan rasa malunya kepada
Read more