"Oh... jadi begitu ya, Mas penjelasannya," ucap Bu Eko sembari menghela napas panjang, raut wajahnya kini jauh lebih rileks. Ia mengusap pelan pipinya yang memerah. "Terima kasih banyak ya, Mas, sudah dibantu menenangkan anak saya. Saya benar-benar kewalahan tadi, sampai pipi saya lecet dicakar sama Nara."Bu Eko kemudian mengamati Kukuh dari atas ke bawah, seolah baru menyadari sesuatu."Sebentar... Anda ini perawat dari Keluarga Adiwangsa Cokro, kan?" tanya Bu Eko memastikan. Setelah melihat Kukuh mengangguk, kekaguman di wajah istri tuan rumah itu semakin terlihat jelas. "Memang tidak main-main. Keluarga Cokro memilih perawat pribadi saja standarnya sudah seahli ini. Bisa menenangkan anak rewel karena hawa gaib hanya dengan satu usapan... sungguh luar biasa."Kukuh hanya menundukkan kepalanya sedikit, mempertahankan topeng rendah hatinya dengan sempurna. "Iya, benar, Bu. Saya perawat di Keluarga Cokro yang kebetulan malam ini ditugaskan untuk menemani neneknya Nona Ratih."Pandanga
Read more