"Kita harus bagi tugas malam ini juga, Mas Kukuh," ucap Dokter Adhi sambil menyambar kunci mobilnya dari atas meja sterilisasi. "Waktu kita tidak banyak. Pasien ini bisa mati membusuk sebelum fajar kalau kita tidak segera meracik pasta itu.""Saya setuju, Dokter Adhi," sahut Kukuh cepat. "Tolong bagikan tugasnya. Kita tidak boleh membuang satu detik pun.""Dengar baik-baik," sela Dokter Harsha dengan suara baritonnya yang menggelegar. "Dhi, kau pergi ke pelabuhan pelelangan ikan. Cari tulang ikan pari yang utuh. Kau harus mendapatkan bagian ekornya, karena di situlah letak konsentrasi energi penawarnya. Dan kau, Kuh, cari getah pohon pule dan kelapa hijau.""Getah pule? Di tengah kota begini, Dok?" tanya Kukuh dengan dahi berkerut."Kau anak desa yang mewarisi kepekaan alam, Kuh. Kau pasti bisa merasakannya. Biasanya di area pemakaman tua atau pinggiran kota yang masih asri, pohon itu masih tumbuh liar," jawab Dokter Harsha tegas. "Bawa semuanya kembali ke sini secepat mungkin!""Baik
Read more