"Mang... Mang! Kusirnya noleh ke arah kita, Mang!" bisik Kukuh dengan suara tertahan, tangannya mencengkeram erat lengan jaket Mang Oha.Mang Oha yang tadinya masih tidak percaya, kini ikut panik melihat wajah Kukuh yang sepucat kertas. "Yang bener lu, Kuh? Malem apa sih ini?"Kukuh menelan ludah, matanya masih tak berani berkedip menatap jalanan. "Malam Jumat ya ini, Mang...""Anjirrr lu, Kuh! Jangan nakut-nakutin gue lu, yang bener aja! Ini cuma kita berdua doang ini di mari malem ini," tegas Mang Oha. Suaranya bergetar hebat, dan ia buru-buru menundukkan pandangannya, tak berani sedikit pun menoleh ke arah jalan raya yang gelap.Setelah menoleh sejenak ke arah warung tenda tersebut dengan kilauan merah dari balik capingnya, kuda hitam itu kembali menunduk. Bunyi krincing lonceng dan ketukan tapal kuda kembali terdengar perlahan. Delman misterius itu pun nampaknya melanjutkan perjalanannya, menembus rintik gerimis hingga sosoknya pelan-pelan memudar tertelan kabut tipis.Kukuh akhirn
Last Updated : 2026-04-13 Read more