Sasha menarik tangannya dengan sentakan kasar, seolah sentuhan Adrian adalah api yang membakar kulitnya. Ia mematung, menatap jemari Adrian yang masih berada di dekat gesper sabuk pengamannya dengan tatapan penuh kewaspadaan. Suasana di dalam kabin mobil yang tadinya terasa hangat dan protektif, seketika berubah menjadi pengap dan mengancam."Ini salah. Buka kuncinya, Dok," desis Sasha. Suaranya rendah, namun tajam seperti sembilu.Adrian tertegun. Tangannya menggantung di udara, matanya menatap Sasha dengan kerutan bingung yang dalam. "Sasha, saya hanya mau mengantar pulang. Kamu ada apa?""Saya bilang buka kuncinya," potong Sasha, kali ini lebih keras. Napasnya mulai memburu, sebuah reaksi trauma yang berusaha ia tekan sekuat tenaga. "Saya tidak mau diantar. Saya bisa pulang sendiri.""Tapi kondisimu sedang tidak stabil, tekanan darahmu rendah, dan ini sudah sore.""Dan itu bukan urusan Anda!" Sasha menoleh sepenuhnya, menatap Adrian dengan mata yang mulai berkaca-kaca karena amarah
Última atualização : 2026-03-09 Ler mais