Suasana di dalam ruangan itu mendadak mencekam, oksigen seolah tersedot habis oleh ketegangan yang memuncak. Clara terhuyung, punggungnya menabrak pinggiran lemari kaca tempat penyimpanan instrumen medis hingga menimbulkan bunyi denting logam yang memilukan. Matanya membelalak, bukan hanya karena dorongan fisik Adrian, tapi karena penghinaan yang ia rasakan. Di depannya, pria yang akan menikahinya justru berdiri membentengi seorang janda pegawai administrasi dengan sikap protektif yang tak pernah ia tunjukkan padanya."Kamu... kamu mendorongku demi dia, Adrian?" suara Clara bergetar, antara tangis dan amarah yang meluap. "Kita akan menikah bulan depan! Semua kolega kita tahu! Dan kamu lebih memilih melindungi perempuan murahan ini?"."Jaga mulutmu, Clara!" bentak Adrian. Suaranya tidak tinggi, namun dingin dan tajam seperti mata pisau bedah. "Sasha adalah stafku, dan dia sedang dalam pemeriksaan medis. Sikap bar-barmu ini hanya membuktikan bahwa kau tidak layak berada di sampingku, a
Última atualização : 2026-03-16 Ler mais