#Lyra terbangun dengan tubuhnya yang terasa remuk, seolah setiap tulangnya pernah dipatahkan lalu disusun kembali tanpa belas kasihan. Tenggorokannya kering, dadanya sesak. Ia memejamkan mata, berharap rasa sakit itu mereda, namun ingatannya tentang apa yang terjadi semalam justru datang dengan kejam, memaksa otaknya memutar kembali adegan demi adegan yang justru ingin dia lupakan.Pintu kamar terbuka perlahan.“Non Lyra… sudah bangun?” suara Bik Iyem terdengar lembut, hampir berbisik.Lyra berpaling menatap Bik Iyem, matanya terasa sakit karena terlalu banyak menangis. "Bik Iyem, aku..." Kalimat itu tidak berlanjut. Rasa malu dan harga dirinya yang terluka membuat dadanya terasa semakin sesak sebelum seluruh air matanya kembali tumpah begitu saja. Dia hanya bisa menunduk pada akhirnya.Di sisi lain, waajah Bik Iyem tampak menunjukkan simpati, keriput di sudut matanya semakin kentara saat menatap keadaan Lyra. Tangannya membawa nampan kecil berisi semangkuk bubur hangat.“Bibik bu
最終更新日 : 2026-01-18 続きを読む