Lucy membeku mendengar ucapan Ethan. Neil terkejut mendengarnya, tatapan matanya berubah menjadi sendu.Lucy meraih tangan Ethan, menatapnya lembut penuh sisi keibuan.“Ethan, dengarkan Mommy.” Lucy mengelus dan menepuk-nepuk tangan kecilnya. “Ethan, memang bukan terlahir dari rahim Mommy. Tapi, Mommy tidak pernah membedakan itu. Bagi Mommy, Ethan adalah anak Mommy yang Mommy sayangi, kasihi dan Mom cintai selamanya. Tidak akan berubah.” Lucy menatap lekat-lekat mata Ethan. “Ethan, harus ingat mulai sekarang. Kalau Mommy akan selalu jadi Ibu Ethan, selamanya.”Neil mengelus punggung putranya.“Bocah kecil. Bocah seusiamu hanya perlu belajar dan menikmati masa kecil, kenapa berbicara yang aneh-aneh. Dia ibumu, selamanya akan menjadi ibumu. Jangan mengungkit kau anak siapa, kau putraku dan Lucianna.”Ethan menatap Neil dan Lucy. Ethan tersenyum, matanya berkabut. Lalu, mengangguk.“Aku putra kalian.”Lucy dan Neil memeluk Ethan. Mendadak air mata menetes dari pelupuk mata Lucy, dan air
Terakhir Diperbarui : 2026-06-08 Baca selengkapnya