Maria masih duduk di sana, menatap cangkir kopinya yang sudah dingin. Pikirannya melayang jauh, ke masa kelam yang selalu ia coba lupakan. Masa di mana ia hampir menggugurkan kandungannya. Momen dimana titik paling rendah dalam hidupnya dimulai. Ia juga melakukan kesalahan bodoh, yang membuat Neil marah padanya.Maria memejamkan mata. Ingatannya kembali pada hari itu. Hari di mana ia duduk di klinik, menunggu giliran untuk prosedur aborsi.Namun, Neil datang. Neil memeluknya, memohon agar ia tidak melakukannya."Kumohon, biarkan anak kita lahir. Aku akan bertanggung jawab. Aku akan merawat kalian berdua."Maria menangis saat itu. Ia ketakutan. Kariernya akan hancur. Pernikahannya yang sudah retak akan benar-benar hancur. Selain itu, dia sudah lama tidak tidur dengan suaminya sejak pisah ranjang. Tapi, hari itu, Neil terus memohon. Ia berusaha keras meyakinkan Maria, hingga akhirnya Maria mengalah.Ethan lahir, setelah Maria bercerai secara resmi dengan suaminya. Namun, anak itu tidak s
Read more