Home / Mafia / Gadis Tawanan sang Mafia / 34. Hampir Diculik

Share

34. Hampir Diculik

Author: rindiyoon
last update Last Updated: 2026-02-03 10:28:21

"ASTAGA!" Leon terkejut saat melihat gadis yang sejak tadi berbaring, tapi kini sudah berada didepannya.

Anya sudah bangun. "Maafkan aku."

"Hm."

Leon langsung menarik Anya dan membawa Anya dalam pangkuannya. Kali ini Anya diam dan tidak berontak, lalu Leon mengecup leher Anya berkali-kali.

"Ih, geli!" Anya protes.

Leon hanya tertawa.

"Kamu lagi ngomong sama siapa, Tuan Leon?" Anya penasaran.

"Ngomong sendiri."

"Mirip orang gila ngomong sendiri," ucap Anya yang blak-blakan.

Leon langsung menyent
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Gadis Tawanan sang Mafia   56. Semakin Khawatir

    "Aku baik-baik aja." Anya mulai tersenyum.Leon bernapas lega. Leon tidak ingin Anya kenapa-napa. Apa lagi saat ini Anya sedang mengandung anak Leon.Leon akan selalu memperhatikan Anya. Leon akan memperlakukan Anya dengan baik, dan Leon akan selalu bersama dengan Anya."Bagaimana kabar Ayah kamu?" Anya mulai bertanya."Dia baik-baik aja," jawab Leon yang asal-asalan.Sebenarnya Leon tidak tahu keadaan ayahnya sebenarnya seperti apa. Namun, mengingat kejadian di kamar VVIP beberapa jam lalu membuat Leon kesal.Leon enggan membahas itu untuk saat ini, karena Leon semakin khawatir, ia mengkhawatirkan Anya.Apa lagi saat Doni mengatakan jika Anya akan menjadi santapan macan di rumahnya? Oh, sungguh tidak manusiawi, pikirnya.**Di tempat lain. Di kamar VVIP, di mana Doni dirawat di sana."Sepertinya Kak Leon enggan menikah denganku," ucap Vera yang terdengar dramatis.Dinda mulai menenangkan Vera. Biar bagaimanapun Vera akan menjadi bagian dari keluarga Dirgantara."Pulanglah, kali ini L

  • Gadis Tawanan sang Mafia   55. Hampir Memukul

    [Varell: Sampai kapan kau akan menyembunyikan Anya di sana? Kau tau kalau Bima ingin membayar hutangnya dan mengambil Anya!]Leon hanya tersenyum sinis setelah membaca pesan itu, dan Leon segera menghapus pesan itu, pesan yang menurutnya tidak penting."Dia selalu ikut campur pada hidup orang lain," gumam Leon.Leon kembali memikirkan ruangan kosong untuk kamar buah hatinya, karena Leon tidak ingin anaknya akan menganggu momen berdua dengan Anya.Haduh, dasar Leon. Padahal anaknya adalah bukti buah cinta mereka, tapi Leon tidak ingin diganggu."Sepertinya ruangan disamping kamar Anya cocok untuk kamar anak kami," ucap Leon setelah berpikir.Leon mulai mencari keberadaan Rehan, dan ternyata Rehan ada di ruang kerja. Leon mulai mendiskusikan tentang kamar calon anaknya nanti pada Rehan, dan Rehan hanya menjadi pendengar yang baik untuk saat ini.***Keesokan harinya. Pukul 10 pagi. Leon dan Rehan baru saja tiba di rumah sakit.Leon masuk ke kamar VVIP yang berada di rumah sakit tersebu

  • Gadis Tawanan sang Mafia   54. Leon Marah

    Tidak ada respon apapun dari Leon."Sudahlah, aku akan menggugurkan kandungannya saja."Anya ingin pergi. Namun, Leon kembali menarik lengan Anya. Kali ini Leon marah."Kamu boleh menghina aku yang buruk, tapi jangan sampai kamu mengeluarkan anak kita yang tidak tau apa-apa!" Suara Leon bergema di ruangan.Anya terkejut."Aku tau kamu membenciku, tapi biar bagaimanapun, anak ini tidak salah!" Leon menunjuk perut gadis itu.Anya kembali menangis. Ia tahu ia salah, nggak seharusnya ia mengatakan itu.Leon sadar, ia mulai marah. Leon segera memeluk Anya."A ... Aku nggak seharusnya mengatakan ini.""Jangan bicara ini lagi, aku nggak mau anak kita dengar semua ini."Anya mengangguk. Leon masih memeluk Anya dan membawa Anya dalam dekapan yang hangat.Leon tahu jika Anya hanya takut, tapi Leon akan selalu berusaha menjadi lebih baik lagi."Aku mencintaimu, Anya," bisik Leon."Aku juga mencintaimu," balas Anya.Di tempat lain. Rehan duduk termenung. Rehan sedang duduk di ruang tengah dengan

  • Gadis Tawanan sang Mafia   53. Ingin Menggugurkan

    Hari berganti begitu cepat. Perubahan mood Anya semakin jelas. Anya selalu mengubah mood sesuka hati membuat Leon kesal.Namun, Leon selalu menahan kekesalan itu supaya tidak membuat Anya takut. Leon akan selalu bersikap baik pada Anya.Apa lagi saat ini Anya sedang mengandung anak Leon membuat Leon harus memperlakukan Anya dengan sangat baik. Namun, begitulah Anya terkadang menguji kesabaran Leon."Sekarang apa lagi?" tanya Leon pada gadis yang ada didepannya.Anya sedang membaringkan tubuhnya dengan mulut yang kotor akibat makan es krim."Aku mau es krim lagi.""Udah dong, masa sehari makan es krim bisa sepuluh kali."Leon keberatan saat Anya meminta es krim lagi."Nyebelin!"Anya membalikkan tubuhnya. Ia membersihkan mulut kotornya dengan kasar.Leon segera menggendong Anya ke kamar mandi. Anya berontak, tapi apalah daya Anya yang sulit melawan Leon."Jangan jadi gadis jorok, masa sehari mandi cuma sekali doang."Kali ini Leon akan memandikan Anya, karena semenjak hamil, Anya hanya

  • Gadis Tawanan sang Mafia   52. Positif Hamil

    Dokter Ana mengulas senyum, ia benar-benar gemas dengan kepolosan pasiennya.Tidak salah jika Leon menyukai Anya, karena Anya memang sepolos itu."Nona Anya, positif hamil," ucap Dokter Ana.Anya melotot, ia tidak percaya jika perutnya sedang mengandung seorang anak dari Mafia.Anya menoleh pada Leon yang saat ini terlihat senang. Anya geleng-geleng kepalanya sendiri."Akhirnya apa yang ku lakukan tidak sia-sia," kata Leon.Leon mengatakan itu dengan lantang, ia tidak merasa malu saat mengetahui Anya positif hamil, karena tujuan Leon mengambil keperawanannya adalah itu.Membuat Anya hamil, dan sekarang sudah terbukti. Namun, Anya terlihat gelisah."Ini beberapa obat untuk Nona Anya."Dokter Ana memberikan beberapa obat dan vitamin untuk Anya. Dokter juga meresepkan beberapa obat yang harus dibeli di apotek lain, karena ia tidak memiliki obat itu.Sejenak Anya memikirkan kapan terakhir ia haid, dan sepertinya itu sudah lama sekali, mungkin hampir dua bulan lalu atau sebulan lebih.Anya

  • Gadis Tawanan sang Mafia   51. Pemeriksaan

    "Ih, ngidam apaan, sih!"Anya menatap kesal pada Leon."Ya itu, dari tadi pengen banyak makan ini dan itu.""Itu tuh bukan ngidam, masa gitu aja dibilang ngidam!"Anya masih kesal dengan Leon."Ya sudah." Leon enggan bertengkar dengan Anya. Leon memeluk Anya dan mengecup pucuk kepalanya dengan lembut."Kamu kenapa seneng banget ciumin kepala aku?" Anya protes."Kepala kamu wangi," ucap Leon, jujur."Ini shampoo yang dibeliin kamu.""Kalau gitu, aku bakalan stok shampoo itu dengan banyak.""Oke.Anya manggut-manggut.Anya dan Leon sangat random, mereka selalu membicarakan banyak hal.Mulai dari ngidam, makanan, shampo, dan lainnya.Sungguh mereka sangat random, dan terkadang mereka juga seperti anak remaja yang sering bertengkar hanya karena hal sepele. Ya maklumi saja mereka memang seperti itu.**Di tempat lain.Bima terkena omelan dari ibunya, Tina. Bima diharuskan membawa Anya dalam waktu seminggu. Namun, Bima belum mampu."Dasar anak bodoh!"Tina menghina anaknya sendiri, bahkan

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status