Di tengah kemelut pikirannya dan keberadaan Hugo yang begitu dominan, Reina menangkap gerakan Hugo dari sudut matanya. Pria itu merogoh saku jasnya, lalu mengeluarkan sebuah kotak beludru hitam kecil yang tampak mewah dan berkelas.“Kemarilah,” panggil Hugo. Suara rendah pria itu menuntut kepatuhan.Namun, Reina enggan menoleh. Ia masih merasa dongkol dengan sindiran Hugo tadi. Namun, sebelum ia sempat menolak, ia merasakan rangkulan Hugo pada pinggang rampingnya.Reina terpekik pelan saat tubuhnya tertarik dalam satu sentakan. Kini, jarak di antara mereka hilang sepenuhnya.Dengan posisi yang masih membelakangi pria itu, Reina bisa merasakan kehangatan tubuh Hugo yang menjalar di belakangnya, menciptakan sensasi menggelitik di punggungnya.“Jangan sekali-kali menguji kesabaranku kalau kamu tidak ingin menanggung akibatnya, Gadis Kecil,” bisik Hugo seperti geraman halus yang bergetar tepat di dekat tengkuknya.Reina hanya bisa menghela napas pasrah. Detik berikutnya, tubuhnya mendadak
Read more