Tanpa menunggu tanggapan Freya, Cecilia bergegas keluar dengan langkah tertatih-tatih. Ia bahkan tidak peduli lagi dengan penampilannya yang berantakan.Di belakangnya, Freya membuntuti dengan wajah tegang. Namun, di balik ketegangannya itu, ada kilatan antusias yang terpancar dari matanya yang tengah menanti tontonan yang menarik.Kini, Cecilia telah berdiri di samping Hugo. Dengan mengulas senyuman tipis penuh kemenangan, ia berkata remeh, “Jadi itu wanita yang Anda pilih, Tuan Veldric? Ternyata selera Anda begitu murahan sekali. Bisa-bisanya Anda membuang permata sepertiku demi jalang rendahan itu.”Sepasang manik mata gelap Hugo berkilat tajam ketika tatapannya beralih menusuk ke arah Cecilia. Seketika, senyum di wajah gadis itu membeku, berubah kaku di bawah tekanan aura Hugo yang terasa mengintimidasinya.Namun, Cecilia tetap mencoba menegakkan punggungnya. Ia melipat kedua tangannya dengan angkuh.“Sa-saya hanya mengatakan fakta,” lanjut gadis itu dengan suara yang terdengar se
Read more