Dinginnya udara kota Avantia seolah tidak mampu menembus kehangatan yang melingkupi apartemen mewah milik Arthen. Di ruang tengah yang luas, Lucia duduk bersila di atas sofa, memangku naskah dramanya yang sudah penuh dengan coretan stabilo. Di seberangnya, Arthen duduk santai dengan kemeja hitam yang dua kancing teratasnya dibiarkan terbuka, menampilkan kesan kasual namun tetap memikat. "Arthen, bagian dialog yang ini terasa aneh," keluh Lucia, mengetuk naskahnya dengan ujung pulpen. "Kenapa karaktermu harus mengucapkan kalimat sekaku ini saat menyatakan cinta? 'Aku mengizinkanmu berada di sisiku.' Benar-benar tipikal Alpha yang menyebalkan." Arthen menurunkan tabletnya, menatap Lucia dengan binar jenaka. "Itu namanya otoritas, Lucia. Dan lagipula, bukankah kalimat itu terdengar sangat seksi jika diucapkan dengan nada yang tepat?" "Seksi dari mananya? Yang ada aku malah ingin melemparmu dengan sepatu," cibir Lucia, mengerucutkan bibirnya kesal. Arthen terkekeh rendah. Ia menggeser
Última actualización : 2026-06-11 Leer más