Sean masih mematung di ambang pintu, matanya berkedip beberapa kali seolah memastikan bahwa pria bertubuh tegap di hadapannya ini bukanlah halusinasi. Otaknya mendadak blank. Seorang Arthen Valerius—aktor nomor satu sekaligus CEO raksasa hiburan V-ACE—kini berdiri di teras rumahnya yang sederhana, mengenakan setelan jas abu-abu gelap yang mahal, sembari menenteng sebuah parsel buah impor premium. "Sean, apa kau akan membiarkan kami berdiri di luar terus?" bisik Lucia lembut, menyenggol pelan lengan adiknya sembari mengulas senyum manis untuk menyadarkan pemuda itu dari rasa syoknya. "Ah! Ma-maaf! Silakan masuk, Tuan Arthen, Kak Lucia," gagap Sean dengan sigap. Ia langsung memundurkan tubuhnya, memberikan jalan dengan sikap yang sangat menghormati, namun tatapannya langsung melembut penuh kehangatan saat beralih pada kakak perempuannya. Saat Arthen melangkah masuk dengan aura dominannya yang secara alami memen
閱讀更多