Kondisi lantai teratas gedung V-ACE pagi ini digambarkan oleh para karyawan seperti sedang berjalan di atas lapisan es tipis yang siap pecah kapan saja. Sejak melangkah masuk melalui lobi privat dengan rahang mengeras, Arthen Valerius memancarkan aura yang begitu pekat, dingin, dan menekan. Cengkeraman rasa cemburu dan ego prianya yang terusik akibat kebocoran foto mesra Lucia dan Victor membuat suasana kantor seketika berubah menjadi sangat suram, sunyi, dan menegangkan. Namun, di balik kabut kemarahan yang membakar dadanya, Arthen adalah seorang CEO bertangan dingin. Terlepas dari bagaimana bergejolaknya perasaan personal di dalam dirinya, profesionalismenya sebagai pemimpin tertinggi V-ACE tetap berdiri tegak, mutlak tanpa celah. Blam! Pintu ruang kerjanya ditutup, mengunci segala ketegangan itu di dalam ruangan yang luas. Arthen langsung duduk di balik meja kerjanya, menyalakan komputer, dan deng
Magbasa pa