Udara segar membelai kaca-kaca tinggi Presidential Suite, membangunkan Lucia dari tidur nyenyaknya. Saat membuka mata, hal pertama yang ia rasakan adalah kehangatan lengan kokoh Arthen yang masih melingkar protektif di pinggangnya, memeluknya erat dari belakang.Lucia berbalik perlahan, menatap wajah suaminya yang terlihat sangat damai saat tertidur. Garis-garis keletihan dan rasa pusing yang kemarin sempat menyiksa Arthen kini sirna sepenuhnya, tergantikan oleh rona segar. Lucia tersenyum tipis, jemari lentiknya terulur mengusap lembut alis dan garis rahang tegas pria itu."Sudah puas memandanginya, Wife?" bisik Arthen dengan suara parau khas bangun tidur, tanpa membuka matanya.Lucia terkekeh pelan, menyembunyikan wajahnya di ceruk leher Arthen. "Kau berpura-pura tidur ya?"Arthen membuka matanya, menatap Lucia dengan pendar kasih sayang yang begitu dalam. Ia mendaratkan kecupan hangat di dahi Lucia, lalu menatap jam dinding. "Ayo bangun. Hari i
최신 업데이트 : 2026-07-24 더 보기