Desa Sukahati, Pesisir Pantai. Sebagai pasukan malam yang sangat rahasia dan bergerak di dalam bayangan, Dien, Aamon, dan Freya bergerak secara diam-diam dan senyap dalam menyelesaikan misi yang mereka terima. Mereka bertiga datang ke desa Sukahati dengan menyamar sebagai pelancong atau wisatawan. Mereka bertiga berpencar dan berbaur dengan warga desa untuk mengumpulkan informasi sebanyak mungkin, sebelum bergerak untuk menangani roh jahat yang dicurigai sebagai dalang keanehan di desa Sukahati. Dien mendatangi sebuah warung kecil yang berada di pinggir jalan untuk menggali informasi ke pemilik warung atau warga sekitar yang kebetulan berbelanja. “Aku dengar ada keanehan di desa ini. Katanya banyak barang atau benda yang tiba-tiba menghilang di telan kehampaan. Apakah itu benar?” Tanya Dien kepada pemilik warung sambil mengunyah roti. Dien mengenakan pakaian kasual, baju kemeja putih, celana jeans, memakai kacamata hitam, jam tangan, dan sepatu coklat yang terlihat elegan, ser
Read more