"Nona, kau tidak apa?"Saat kubuka kedua mataku, pertama yang kulihat adalah wajah Siska. Wanita itu terlihat sangat khawatir dengan keadaanku. Kutatap dia tanpa mengeluarkan suara, lalu kualihkan pandanganku ke tempat lain."Aku dimana?"Telapak tangan Siska bergerak menempel pada dahi ku, aku menggeleng ringan. Tempat ini sangat aku kenal, tetapi bukan di kamarku sendiri melainkan di kamar Ortega. Rupanya aku sudah dibawa ke rumahnya."Dimana pria itu, Sis?"Siska mengerutkan dahinya, bibirnya tertutup rapat. Namun, sangat jelas di sorot matanya bahwa dia terlihat bingung."Nona, pria mana lagi yang kau maksud?""Bukankah ini rumah Samuel Ortega, lalu dimana dia sekarang?"Siska menggelengkan kepalanya dengan bahu terangkat membuatku meneleng ke kiri. Aneh, bagaimana bisa aku sudah berada di rumah Samuel Ortega tetapi dia tidak ada. "Apa yang terjadi beberapa menit yang lalu, Sis. Tolong jelaskan secara detail?"Siska menghembuskan napas panjang, tetapi bibirnya tetap bungkam. Sika
Read more