Tiba-tiba tubuhku terasa berat, seakan ada benda tumpul yang menghantam tengkuk ku. Perlahan kubuka mataku, pertanda yang kulihat adalah senyum mesum Ortega. Seketika aku bangkit dan menggeser tubuhku ke belakang hingga terbentur dinding, kedua mataku mengerjap heran."Dimana aku, mengapa wajah Ortega muncul di sini?" Suaraku menggantung saat kulihat seluruh tampilan ruangan dan ranjang, "Apakah aku mimpi?""Tidak, kau masih di sini bersamaku, Sayang. Ini nyata."Suara dan lingkungan sekitar memang nyata, tetapi mengapa pakaianku masih sama saat aku mengintip dua orang laknat itu di dunia kerajaan. Ini ada yang aneh. Kutatap lebih dalam manik mata biru milik Ortega. Namun, pria itu hanya mengulum senyum saja."Sayang, dapat darimana pakaian itu. Kau cantik sekali jika mengenakan pakaian kerajaan tersebut," papar Ortega sambil mengikis jarak duduknya denganku.Aku tidak bisa bergerak termasuk saat kepala pria itu makin maju dan menatapku penuh hasrat, "Dengan pakaian seperti ini makin
Last Updated : 2026-02-06 Read more