Tawa Sagara justru makin terbahak dengan tatapan yang masih hangat tertuju ke arahku. Aku bungkam. Tatapan ku lurus ke arah manik mata hitam yang penuh misteri. Jika jiwa ini pemilik tubuh mungkin saja dia sudah meleleh mendapatkan perhatian yang sedemikian rupa, tetapi sayangnya saat ini tubuh ini sedang aku kuasai."Sayang, apakah tidak mau hidup kita kembali damai seperti dulu? Ayolah, jangan bertingkah. Pulang kembali ke rumah kita dan lupakan kesalahanku masa silam, kita mulai lagi dari awal," cicitnya penuh percaya diri."Mulai dari awal, memangnya ada salah apa hingga harus mengulang dari sana, Tuan?"Sagara mendengus kasar, aku hanya menyeringai melihat raut wajahnya. Aku menelan air liur, sungguh keadaan yang sulit akun pilih. Tiga pria yang saling berkom,petisi untuk dapatkan perhatianku. Sayangnya, jiwaku sudah tertambat pada seseorang di negeri dongeng.Sayanganya, pintu portal belum terbuka sempurna. Namun, tanpa kusadari jiwaku pernah kembali ke dunia itu meskipun hany
Last Updated : 2026-02-14 Read more