Hujan sisa badai semalam masih menyisakan rintik tipis saat mobil yang membawa Dewa dan Aruna memasuki pelataran rumah mereka di pesisir selatan Jawa. Suasana desa tampak tenang, namun bagi sepasang mata yang telah terlatih menghadapi maut, ketenangan itu terasa seperti permukaan air yang menutupi pusaran arus yang mematikan. Aruna turun dari mobil dengan langkah yang meskipun masih terasa berat akibat kelelahan fisik dan mental, namun sorot matanya telah berubah menjadi jauh lebih tajam. Kematian Sofia Adiwangsa di Menteng bukan hanya mengakhiri sebuah misteri besar, melainkan juga menyulut api perlawanan yang tidak akan pernah padam sebelum faksi Cahaya Pagi rata dengan tanah.'Aku telah memberikanmu kebebasan, Ibu. Sekarang, biarkan aku memastikan tidak ada lagi nyawa yang dijadikan budak di bawah ambisi gila mereka,' batin Aruna sambil mendekap tas laptopnya yang kini berisi harta karun paling berbahaya di dunia digital.
Last Updated : 2026-04-28 Read more