Raungan mesin mobil SUV yang dipacu Dewa membelah kesunyian jalanan pesisir menuju teluk barat dengan kecepatan yang mengerikan. Ban mobil berdecit tajam setiap kali melewati tikungan tajam yang berbatasan langsung dengan tebing karang. Di dalam kepalanya, suara tangisan Aruna yang memohon pertolongan terus berputar seperti kutukan yang membakar kewarasannya. Dewa mencengkeram kemudi begitu kuat hingga buku jarinya memutih, seolah-olah ia sedang mencekik takdir yang mencoba merenggut keluarganya.'Aku akan membunuh siapa pun yang menyentuh mereka. Martha, Clarissa, atau siapa pun itu, kalian akan memohon kematian di tanganku,' batin Dewa dengan mata yang memerah karena amarah dan kurang tidur.Pria misterius di sampingnya, yang kini dikenal sebagai sosok dari faksi lama Adiwangsa, terus menatap layar tablet dengan dahi berkerut dalam. Ia berkali-kali mencoba melakukan sinkronisasi ulang pada sinyal GPS yang tertanam di jam tangan Aruna, namun hasilnya tetap sama. Titik koordinat yang d
Last Updated : 2026-03-15 Read more