مشاركة

Bab 343

مؤلف: Fitri
Lunara mengangguk. "Benar juga, pilihanmu selalu terlalu gaya pria. Jadi aku saja yang cari. Kak Gaia, ada rekomendasi brand nggak?"

Tanpa perlu bertanya lebih jauh, Gaia dan Eirene sudah mendapatkan jawaban yang mereka inginkan. Sekarang Gaia malah ingin menangis. Dia menarik Lunara ke samping.

"Itu ... omonganku yang dulu itu cuma asal-asalan. Jangan kamu masukkan ke hati ya ...."

Biasanya dia memang sering asal bicara. Kalau sampai Lunara menyampaikannya ke Kayden, besok dia mungkin bisa dipe
استمر في قراءة هذا الكتاب مجانا
امسح الكود لتنزيل التطبيق
الفصل مغلق

أحدث فصل

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 828

    Sejujurnya, Elina sangat kecewa dengan solusi itu. Ini adalah hubungan pertama bagi mereka berdua. Latar belakang keluarga dan kepribadian masing-masing membuat cara mereka menyelesaikan masalah pun berbeda.Titik awal, cara berpikir, serta tujuan yang ingin dicapai juga tidak sama.Saat menghadapi masalah, Elina memilih mengambil jarak. Sedangkan saat menghadapi masalah, Silvar justru ingin menikah.Cara mereka memang terlihat berbeda, tetapi sebenarnya sama saja. Yang satu memilih menghindar, yang satu terlalu terburu-buru.Elina melepas mantel panjangnya lalu menyuruh Silvar menyalakan air panas. "Aku mau mandi. Nanti setelah itu baru kita bicara."Silvar tetap berdiri di tempatnya tanpa bergerak. Dia menunduk menatap Elina. Matanya tampak berkaca-kaca. Kalau saja dia punya ekor, mungkin sekarang ekor itu sudah terkulai. Dia tampak seperti anjing liar yang ditinggalkan pemiliknya dan terlihat begitu menyedihkan."Kamu ... mau suruh aku pergi?" Nada bicaranya penuh kehilangan dan kes

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 827

    Melihat Elina sudah mengakhiri telepon dan emosinya kembali tenang, Lunara akhirnya bertanya, "Jadi, kamu berencana pulang untuk bertengkar?""Bukan. Bertengkar itu bikin hati capek."Orangnya sudah datang. Tentu saja Elina tidak mungkin mengusirnya.Cuaca di luar sangat dingin. Dia juga tidak mungkin membiarkan Silvar terus menunggu di luar.Di depan rumah Casya memang ada lorong terbuka. Meski sudah dipasangi jendela, tetap saja udara musim dingin sangat menusuk.Lunara menggoda, "Menurutku bukan karena takut dia kedinginan. Kamu yang kasihan sama dia."Elina ikut tertawa.Dengan terus terang dia berkata, "Aku cuma sudah paham sekarang. Menghadapi laki-laki itu mirip seperti memelihara kucing. Selama dia makan, minum, buang air, dan berkeliaran dengan normal, ya biarkan saja. Kalau punya kebiasaan buruk, tinggal diperbaiki. Kalau benar-benar nggak bisa diperbaiki ... ya sudahlah, biarkan dia jadi kucing liar."Perumpamaan itu terdengar sangat unik. Sampai membuat Lunara tertawa terba

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 826

    Masakan barat terkenal dengan penyajiannya yang cantik dan aneka camilan yang mereka pesan untuk dibagi bertiga. Saat makan, Sarah menceritakan bahwa beberapa hari lalu dia sempat melihat Yuna bersama Sandy."Dia senior satu kampus denganku dari Fakultas Arsitektur. Kami cuma beberapa kali kebetulan bertemu, nggak akrab. Kak Elina kenal dia?"Elina mengangguk. "Dia teman SMA Yuna dan juga satu SMA denganku."Elina menyesap teh yang hangat, mengusir hawa dingin dari tubuhnya. "Dulu dia pernah dekatin Yuna. Aku masih ingat."Sejak kecil, Yuna selalu menganggap para pria yang mengejarnya sebagai pencapaian yang layak dibanggakan. Dia selalu memamerkannya di depan Elina, termasuk latar belakang dan status para pria itu.Lama-kelamaan, meski Elina sebenarnya tidak tertarik, dia tetap mengingat sebagian dari mereka."Kalau nggak salah, waktu itu dia bilang Sandy sangat pintar dan nilai akademiknya juga luar biasa. Sayangnya kesehatannya buruk dan kondisi keluarganya juga nggak bagus. Jadi di

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 825

    Anak yang dikandung Lunara juga berkembang dengan baik. Setiap hasil pemeriksaan kehamilan selalu menunjukkan kondisi yang normal. Selain nafsu makannya yang kurang, Lunara sudah merasa sangat puas.Sore hari sepulang kerja, tiba-tiba Lunara ingin makan masakan barat. Dia pun mengajak Elina dan Sarah pergi makan bersama. Baru saja keluar dari gedung, mereka bertemu Yuna yang sedang menunggu di depan pintu.Begitu melihat Elina, Yuna segera berlari menghampirinya. "Kak, kamu nggak boleh mengabaikanku!"Elina mundur selangkah. Begitu dia mengernyitkan dahi, Aaron langsung keluar dari pos keamanan dan mengadang Yuna.Dia berkata kepada Elina, "Dia sudah menunggu di seberang selama setengah jam, tapi nggak bilang mau ketemu sama siapa. Kalau dari tadi bilang mau cari Bu Elina, sudah kuusir sejak awal."Aaron sudah pernah melihat sendiri kelakuan kedua saudara Elina yang luar biasa buruk. Mana ada saudara yang tega memaksa adik perempuannya dinikahkan dengan lelaki tua?Karena itu, Aaron ju

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 824

    "Terima kasih, Sarah. Kalau nanti ada waktu, aku traktir kamu makan.""Nggak usah. Di luar dingin, Kak Sandy cepat pulang saja."Sandy membuka pintu mobil dan turun.Putaran balik ada di persimpangan depan. Sarah mengemudi hingga ke ujung jalan lalu berputar arah. Saat berhenti menunggu lampu merah di depan, tanpa sengaja dia melirik ke kaca spion. Dia melihat Sandy sedang berjalan bersama seorang wanita. Wanita itu memeluk lengan Sandy dengan sangat mesra.Padahal, bukankah saat makan tadi dosen pembimbing Sandy mengatakan bahwa dia masih lajang? Apa dia sebenarnya sudah punya pacar dan sengaja tidak memberi tahu kelompok bimbingannya? Namun, dosen pembimbing juga bukan orang tua. Memangnya apa yang perlu disembunyikan?Sarah menggeleng pelan.Itu bukan urusannya.Hanya saja, wanita di samping Sandy itu terlihat sangat familier. Entah kenapa dia merasa pernah melihatnya di suatu tempat.Lampu lalu lintas berganti, jalan di depan kembali lancar. Sarah pun mengusir pikiran itu dari bena

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 823

    Sarah tampak sedikit bingung."Tapi gaji yang ditawarkan empat firma terbesar itu mungkin nggak bisa kami samai.""Selama gajinya masuk akal, jenjang kenaikan gajinya jelas, dan kesejahteraannya layak, semuanya masih bisa dibicarakan."Dosen pembimbingnya sengaja memasang wajah serius. "Aku tadinya masih ingin mempertahankanmu tetap di kampus. Eh, kamu malah sudah mencarikan pekerjaan untuk dirimu sendiri?""Prof, aku juga harus cari uang."Semua orang di meja itu tertawa.Dosen dari meja sebelah ikut angkat bicara, "Mahasiswa bimbinganmu semuanya sama seperti kamu, terlalu mengutamakan perasaan. Untuk orang yang belajar hukum, itu bukan hal yang baik.""Apa yang nggak baik? Menjunjung hukum itu penting, tapi memahami kemanusiaan juga sama pentingnya."Kedua profesor itu dulunya adalah teman satu universitas. Bidang penelitian mereka memang berbeda, tetapi hubungan mereka cukup akrab. Akhirnya, kedua meja digabung menjadi satu.Begitu menoleh, Sarah melihat kerah hoodie Sandy yang sedi

فصول أخرى
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status