Share

Bab 344

Author: Fitri
Silvar menginjak pedal gas dengan kuat. Rahangnya tampak menegang, matanya menatap tajam lampu lalu lintas di depan. Di ponselnya, panggilan terus dilakukan tanpa henti. Berapa kali pun dia menelepon, semuanya seperti tenggelam tanpa jejak.

Tidak ada yang menjawab.

Silvar mengembuskan napas panjang. Biasanya dia terlihat santai dan mudah diajak bicara, tapi saat ini malah terlihat keras kepala.

Entah karena ponsel Elina diambil oleh orang Keluarga Sankara sehingga dia tidak bisa menjawab, atau m
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1049

    Lunara tertegun sejenak.Setelah melapor, asistennya menutup jendela agar angin tidak masuk. Dia tidak ingin Lunara masuk angin atau kucing-kucing yang dipelihara di kantor melompat ke luar jendela dan terjatuh ke lantai bawah."Ibu ingin menemuinya? Saya sudah memintanya menunggu di area tunggu di lantai bawah. Dia belum naik."Lunara memegang sebuah pulpen. Pulpen merah itu membuat jari-jari Lunara tampak semakin putih.Dia teringat saat masih kuliah. Waktu itu, dia memberikan pulpen kepada setiap penghuni asrama. Pulpen itu merupakan produk lini sampingan yang diproduksi perusahaan Orion, yang kebetulan diberikan kepadanya beberapa buah untuk dibagikan kepada teman-teman sekelasnya.Saat itu, selain Lara, dua orang lainnya menganggap pulpen itu bukan dari merek ternama, sehingga ekspresi mereka terlihat tidak senang. Namun, mereka tetap menerimanya.Setelah itu, Lunara tidak pernah melihat mereka menggunakan pulpen itu.Belakangan, Lara secara tidak sengaja mengetahui bahwa produk l

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1048

    Di seberang samudra, matahari bersinar terik.Meskipun judulnya jalan-jalan, sebenarnya setelah tiba di Amarika dan menyelesaikan pekerjaan, Lunara dan Kayden kembali terbang ke Selandri untuk menyelesaikan tugas masing-masing.Lunara bekerja tanpa henti selama beberapa hari. Siaran langsung àl'aube dan Spring & Co. secara keseluruhan berlangsung selama 16 jam. Dia juga menghabiskan 16 jam di ruang siaran langsung, sekaligus membantu staf mengurus sistem di belakang layar dan memproses pesanan.Setelah semuanya selesai, hari sudah larut malam. Malam di sini berbeda dengan di tanah air. Api unggun sudah dinyalakan di sepanjang pesisir, sementara orang-orang berkumpul dalam kelompok-kelompok kecil.Di tengah gerahnya musim panas, celana dengan warna-warni cerah yang dikenakan orang-orang membuat mata Lunara sampai tidak tahu harus melihat ke mana.Dia tertawa. "Kalau bukan karena aku baru saja bekerja selama itu, aku sampai mengira pekerjaan hari ini cuma ilusi."Casya juga menghela napa

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1047

    Di luar jendela, hujan deras disertai angin kencang menghantam kaca jendela hingga bergetar dan menimbulkan suara gemeretak.Televisi di ruang tengah masih menyala. Sebelum membuka pintu, Elina selalu merasa gelisah belakangan ini.Setiap kali pulang, rumah terasa begitu sepi dan kosong. Dia menyalakan televisi hanya agar ada suara di dalam rumah, supaya suasananya tak terasa terlalu sunyi.Saat ini, televisi sedang menyiarkan berita."Topan hari ini melanda Kota Andara. Dilaporkan bahwa hujan deras mengguyur sejumlah wilayah dengan kekuatan angin mencapai level 12 skala Beaufort. Kami mengimbau seluruh warga untuk memperhatikan keselamatan ...."Lagi-lagi topan. Silvar terkekeh pelan."Dulu kita juga bersama gara-gara topan ya?"Topan yang melanda Kota Hegar waktu itu sudah mengikat takdir mereka berdua. Itu bukan sekadar sebuah kebetulan. Sejak awal, Silvar memang sudah merencanakannya. Dia sengaja mendekati seorang wanita yang melindungi dirinya sendiri dengan dinding berlapis-lapis

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1046

    Setelah naik ke darat, Silvar menemui beberapa kerabat dari pihak Nancy.Semasa kakeknya masih hidup, setelah keluarga Nancy mengalami masalah besar, hubungan antar kerabat pun perlahan menjadi renggang. Namun, setelah kakeknya meninggal, mereka justru kembali sering berhubungan karena berbagai macam alasan.Silvar datang menemui mereka untuk membereskan beberapa urusan bisnis. Bisa dibilang, kali ini dia benar-benar memutuskan hubungan dengan mereka.Dia tahu Elina dulu sangat tidak suka dirinya menghadiri berbagai jamuan dan bergaul dengan orang-orang dari dunia mafia itu.Saat bertengkar dengan Nancy sebelumnya, Nancy mengatakan kalau bukan karena kekuatan yang ditinggalkan kakeknya, Silvar tidak akan bisa sampai di posisi seperti sekarang.Memang beberapa tahun sebelumnya Silvar terlalu bimbang. Dalam menghadapi apa pun, dia selalu mempertimbangkan segala kemungkinan dan sulit mengambil keputusan. Dibandingkan Elina yang tegas dan tak ragu dalam bertindak, dia memang jauh tertingga

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1045

    Kayden memegang betis Lunara.Jari-jarinya mengencang, lalu menarik kaki Lunara ke arahnya hingga nyaris seluruh kaki Lunara berada dalam pelukannya.Lunara menyadari Kayden sedang tidak senang.Selama bertahun-tahun, cara pria itu menunjukkan ketidaksenangannya memang tidak pernah berubah.Lara bisa bertengkar separah itu dengan Hardi, berarti dia jelas bukan orang yang mudah dihadapi. Kayden tidak ingin Lunara ikut terseret ke dalam kekacauan mereka.Dia memegang kaki Lunara, menggunakan tekanan dan kehangatan ujung jarinya untuk membantu losion tubuh meresap ke kulit.Dia tidak mengatakan apa-apa.Lunara berkata dengan tenang, "Aku nggak akan menemuinya. Besok aku dan Kayden akan pergi ke luar negeri. Belakangan ini kami nggak akan ada di rumah. Tanyakan saja ada urusan apa. Kalau memang ada yang bisa kubantu, baru hubungi aku lagi."Ignas mengiyakan.Lunara meletakkan ponselnya di samping. Tak lama kemudian, Ignas menelepon kembali."Bu Lunara, Bu Lara bilang dia hanya ingin mengob

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 1044

    Bagaimanapun, mereka adalah ayah dan anak. Daisy sangat memahami apa yang dipikirkan Kayden. Papa tidak tega meninggalkan dirinya dan Jaden, tetapi juga ingin pergi berdua saja bersama Mama.Dengan gaya seperti orang dewasa kecil, Daisy berunding dengan Kayden, "Aku akan video call dengan Papa setiap hari. Papa nggak perlu khawatir."Kayden mulai tergoda."Daisy, kamu mau ikut Papa dan Mama pergi?"Kalau Jaden tidak perlu. Dia masih terlalu kecil. Kalaupun diajak pergi dan melihat banyak hal, nanti juga tidak akan mengingatnya. Malah hanya akan menambah kerepotan selama perjalanan.Membawa anak laki-laki kecil yang energinya seolah tidak pernah habis bepergian benar-benar bisa membuat kewalahan.Kayden sama sekali tidak mempertimbangkannya.Daisy menggeleng. "Belakangan ini aku punya beberapa kompetisi. Kak Amy sudah mengatur semuanya, jadi aku nggak bisa pergi. Lagi pula, aku pernah ke tempat yang akan kalian datangi. Aku lahir di sana."Sebelumnya, Lunara pernah memberi tahu Daisy ba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status