LOGINKayden sendiri belum sempat berganti pakaian.Ini adalah pertama kalinya Lunara mengenakan gaun pengantin. Sebelumnya dia memang pernah memakai gaun-gaun formal yang serupa, tetapi mungkin karena suasana dan maknanya berbeda, gaun yang sedang dikenakannya terasa memiliki makna yang jauh lebih besar.Kayden menggendong Daisy dan berdiri mematung di tempat.Rambut Lunara disanggul sederhana. Gaun mermaid tanpa tali itu membalut tubuhnya dengan sempurna. Setiap bagian terasa pas di tempat yang semestinya.Cahaya lampu di atas kepala membuat berlian-berlian pada ujung gaunnya berkilauan, tetapi kilaunya tetap tidak mampu menandingi pesona dirinya.Kayden membungkuk dan menurunkan Daisy. Gadis kecil itu langsung berlari menghampiri Lunara sambil memamerkan gaun biru mengembang yang dikenakannya. Rok gaun itu dipenuhi kupu-kupu bordir dan taburan kristal."Mama, lihat aku! Aku pakai gaun yang serasi sama Mama!""Cantik sekali. Daisy memang tuan putri Mama."Daisy segera menggeleng dan mengay
Jumat itu, matahari bersinar cerah dan suhunya terasa nyaman. Sinar matahari dari luar jendela menembus tirai tipis dan menyinari ruangan, membentuk bayangan bunga yang samar dan berlapis-lapis. Penuh nuansa yang ambigu.Angin sepoi-sepoi menggerakkan tirai dan menyapu pipi Lunara yang memerah. Pria di belakangnya seolah tidak mengenal lelah, bersikeras membuatnya menempel pada kaca jendela.Motif pada tirai menggesek kulit wajahnya hingga terasa perih. Namun, dia tidak bisa melepaskan diri dari gelombang perasaan yang datang silih berganti dan hanya bisa terus menghadapinya.Dalam kesadaran yang sedikit kabur, Lunara tiba-tiba teringat obrolannya dengan Eirene beberapa hari lalu.Saat itu, dia mengatakan bahwa Kayden lebih bertenaga dibanding dulu, padahal itu masih termasuk pernyataan yang cukup konservatif.Mungkin karena beberapa tahun tinggal di luar negeri dan terpengaruh berbagai budaya yang aneh, caranya kini menjadi makin menantang, membuat Lunara menyukai sekaligus membenciny
Frans seolah baru menyadari bahwa dia sedang menginjak bola itu. Dia menggeser kakinya, membungkuk, lalu mengusap debu yang menempel di permukaan bola sebelum menyerahkannya kepada Daisy."Nih. Lain kali kalau main harus lebih hati-hati. Hidup anak anjing itu sangat rapuh."Jari Frans mengusap kepala Chicky. Mendengar Chicky merengek pelan di pelukannya, Daisy mundur beberapa langkah lagi."Terima kasih, Om." Sambil membawa bola, Daisy memeluk Chicky dan kembali ke vila kecil.Frans mengangkat pandangannya ke arah sana. Lunara berdiri di gerbang halaman vila dengan selendang rumbai-rumbai biru muda menutupi bahunya. Tatapannya bertemu dengan tatapan Frans.Wajahnya penuh kewaspadaan dan penilaian. Dia membungkuk dan mengatakan sesuatu kepada Daisy, lalu mengusap kepala Daisy dan Chicky, seolah sedang menenangkan dua makhluk kecil itu.Saat kembali menoleh, Frans sudah berbalik dan pergi. Jantung Lunara tiba-tiba berdegup lebih cepat.Dia lantas berpesan kepada Amy yang berdiri di belak
Casya menarik kembali tangannya, lalu mengedipkan mata dengan licik ke arah Eston.Seperti seekor tupai cerdik yang menemukan persediaan makanan milik orang lain di hutan dan diam-diam membawanya pulang untuk menghadapi musim dingin.Eston juga menarik kembali tangannya. "Kalau begitu, aku pamit dulu. Tolong jelaskan ke kakak sepupuku, bilang saja aku lagi sibuk.""Urusan gampang."Eston mengangguk ringan, lalu berbalik dan berjalan keluar dari gerbang Keluarga Narasoma.Baru setelah melihatnya benar-benar keluar dari gerbang, Casya berbalik sambil bersiul dan berjalan kembali ke dalam.Begitu melihat Casya hanya pergi jalan-jalan sebentar, tetapi berhasil membuat kedua kandidat kencan buta itu pergi, Floryn langsung melotot kaget dan memarahinya dengan menyebut nama lengkapnya."Casya! Apa yang sebenarnya kamu lakukan?!""Bukan salahku. Si dokter bilang departemennya lagi sibuk dan ada operasi yang harus ditangani. Pak Eston juga bilang ada urusan mendesak, jadi dia nggak bisa terlalu
Sebelum Kayden menikah, berapa banyak wanita yang pernah diperkenalkan kepadanya oleh Saphira?Dibandingkan itu, Casya sudah termasuk jauh lebih baik. Setidaknya dia tidak langsung memasang wajah masam dan terang-terangan berkata tidak mau bertemu karena tidak suka.Eirene bertanya kepada Lunara, "Menurutmu adik sepupuku gimana?"Saat pertama kali mengenal Lunara, Eirene belum tahu Lunara sudah punya anak. Dia pun sempat berniat menjodohkannya dengan Eston.Lunara menjawab terus terang, "Menurutku dia ganteng, tapi membosankan sekali."Eirene tertawa. "Bukannya Pak Kayden juga sama membosankannya?"Dalam urusan membosankan, Kayden dan Eston benar-benar setara.Lunara menggeleng dengan wajah serius. "Nggak bisa disamakan. Waktu aku pertama kali kenal Kayden, dia benar-benar terlalu ganteng. Aku ini orang yang dangkal."Sampai sekarang, Lunara masih ingat saat pertama kali melihat Kayden. Di tengah kerumunan, pria itu begitu mencolok seolah sedang memancarkan cahaya. Sulit bagi siapa pun
Makin lama Floryn memandang Eston, makin puas pula perasaannya. Dia buru-buru mempersilakan Eston duduk.Dengan senyuman ramah, Floryn berkata, "Eston, sebelum datang ke sini, apa ada pesan khusus dari keluargamu?"Eston menggeleng. "Mereka menyuruhku datang untuk kencan buta."Padahal sebenarnya, keluarganya memberi cukup banyak pesan. Mereka menyuruhnya merapikan diri baik-baik dan jangan sampai mempermalukan keluarga. Dia juga dilarang keluar rumah dengan jaket dinas yang bisa membuatnya terlihat sepuluh tahun lebih tua.Pagi-pagi sekali, ibunya sudah menelepon dan membangunkannya, menyuruhnya potong rambut dan membeli pakaian baru.Bahkan pakaian yang dikenakannya sekarang adalah jenis pakaian yang biasanya tidak akan pernah dipilih oleh Eston.Baru setelah melihatnya lewat panggilan video dan merasa puas, ibunya berhenti mengomel.Namun, hal-hal seperti itu tidak perlu diceritakan. Saat disuruh datang untuk kencan buta, dia bahkan tidak tahu dengan siapa dia akan dipertemukan.Nam







