Matahari mulai condong ke barat, para pegawai perusahaan mulai absen pulang kerja. Lunara duduk di kantornya sendiri sambil memijat pinggangnya.Sarah masuk dari luar. "Bu Lunara, Pak Ignas nganter kursi kantor. Katanya dipesankan Pak Kayden buat Ibu."Lunara tertegun, lalu wajahnya langsung memerah. Dia masih ingat jelas kejadian pagi tadi. Setelah tidur sebentar di tempat Kayden dan kembali untuk rapat, kursi kantor itu langsung dikirim.Dia sangat memahami maksud Kayden. Dalam hati, Lunara langsung memaki pria mesum itu.Kursi kantor sudah dibawa masuk. Ignas tersenyum sambil berkata, "Ini kursi yang dipesankan Pak Kayden buat Bu Lunara. Katanya Bu Lunara suka warna terang, jadi dipilih yang putih. Buku petunjuknya aku taruh di sini?""Baik, terima kasih, Ignas.""Sama-sama!"Ignas pergi dengan wajah puas.Setelah itu, barulah Casya menjulurkan kepala ke dalam ruangan. Kalimat pertamanya adalah, "Bu Lunara, kenapa kamu ganti baju? Tadi pagi bukan pakai yang ini."Wajah Lunara tetap
Read more