Share

Bab 492

Author: Fitri
Saat Lunara tersadar kembali, Kayden sudah menjalankan "uji coba" yang dikatakannya tadi dengan sangat tuntas. Sudut mata Lunara mulai berkaca-kaca. Dia melirik ke arah pintu dan melihat bayangan seseorang lewat.

Jantungnya langsung menegang. Dia buru-buru mendorong Kayden. "Ada orang ...."

Kayden tidak menjawab.

Ini kantornya. Kalaupun ada yang datang, tidak ada yang berani masuk tanpa izinnya.

Lagi pula, andaikan benar ada yang masuk, memangnya kenapa?

Kayden hanya mencium istrinya sendiri di
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 832

    Game bertema percintaan yang diproduksi Grup Narasoma memiliki popularitas yang sangat tinggi. Pendapatannya selalu menempati peringkat pertama setiap bulan dan belum pernah tergeser.Pendapatan mereka hanya dalam satu kuartal saja sudah setara dengan total pendapatan beberapa tahun milik banyak perusahaan game kecil. Kalau benar-benar ingin berkolaborasi, biaya hanyalah salah satu pertimbangannya.Yang lebih penting bagi Grup Narasoma adalah efek jangka panjang dari kolaborasi tersebut. Kerja sama itu harus mampu membawa perkembangan positif yang berkelanjutan bagi Grup Narasoma.Dari berbagai sisi, berkolaborasi dengan merek Spring & Co. memang bisa dianggap sebagai kerja sama yang sangat baik. Citra merek Spring & Co. sehat, dan prospek perkembangan ke depannya juga sangat dipandang positif oleh para pelaku industri.Orang yang kini mengelola Spring & Co., baik Lunara, desainer Casya, maupun Elina yang bertanggung jawab atas operasional Spring & Co., semuanya pernah terlibat dalam p

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 831

    Elina tampak berbinar. Napas yang diembuskannya membentuk kabut putih di depan mata. Namun, dia sangat bersemangat."Benar. Aku sudah melakukan riset. Kelompok konsumen Spring & Co. cenderung lebih muda, berkisar antara usia 20 sampai 40 tahun. Konsumen wanita di rentang usia ini sangat menyukai game bertema percintaan.""Kalau kita buat beberapa koleksi khusus berdasarkan karakter utama pria di game itu, lalu memberikan pelatihan yang memadai kepada tim penjualan offline, menurutku itu akan jadi strategi yang bagus."Lunara mengangkat alis."Idenya memang bagus, tapi biaya kolaborasi dengan Grup Narasoma sangat mahal. Tahun lalu ada beberapa merek perhiasan emas yang ingin bekerja sama dengan mereka, tapi semuanya ditolak. Apa kamu yakin kita bisa mendapatkannya?"Elina dan Lunara saling berpandangan.Seraya berdiri di tengah salju dan cuaca yang membekukan, semangat Elina yang tadi membara seketika mereda. Dia menarik napas dalam-dalam."Biar aku yang negosiasi!"Lunara tertawa pelan

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 830

    Meski banyak orang segera membawa produknya untuk diuji, isu itu tetap memicu kehebohan besar di internet. Tim humas Spring & Co. merupakan tim yang direkomendasikan oleh Grup Narasoma, salah satu tim PR terbaik di tingkat internasional.Mereka bergerak cepat dan langsung mengeluarkan langkah penanganan yang bisa dibilang layak dijadikan contoh dalam buku pelajaran.Lunara duduk di ruang kerjanya. Di jarinya terpasang cincin dari seri Janji Bahagia, serta cincin terbaru yang baru saja dirancang Casya khusus untuk Lumigold.Perpaduan emas dengan berbagai batu permata menggunakan teknik pemasangan baru membuat berlian pada cincin itu berkilau terang dan sangat memikat.Pintu ruang kerja diketuk sebelum staf divisi hubungan masyarakat masuk."Bu Lunara, kami sudah menemukan pelakunya. Orang-orang yang pertama kali menyebarkan fitnah itu tidak memiliki riwayat pembelian seri Janji Bahagia. Mereka bukan pelanggan kami. Sementara pelanggan kami yang sudah melakukan pemeriksaan langsung di ge

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 829

    Elina adalah orang yang sangat menjaga kemurnian hubungan. Silvar juga demikian.Selama ini, dia selalu mengira dirinya adalah orang yang berpikiran terbuka dan mudah diajak berkompromi. Baru sekarang dia sadar bahwa dirinya sama sekali bukan seperti itu. Pada dasarnya, dia hanyalah pria biasa dengan rasa posesif yang sangat manusiawi."Aku nggak akan pergi ke tempat seperti itu lagi. Kamu juga jangan pergi."Elina tersenyum tipis. "Oke. Tapi soal menikah, aku nggak setuju.""Soal putus, aku juga nggak setuju."Elina mengulurkan tangan dan menggenggam tangan Silvar. Belakangan ini pria itu kembali bertambah kurus hingga ruas-ruas jarinya terlihat semakin menonjol.Karena Elina tidak sanggup melepaskannya. Sebab, dia mencintai pria ini.Berhubung mereka sama-sama sudah merasakan penderitaan masing-masing, Elina memutuskan untuk mengakhiri persoalan ini sampai di sini.Hari-hari tanpa Silvar di sisinya juga membuatnya merasakan kesepian dan dingin. Terbiasa dirawat dan dikelilingi kasih

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 828

    Sejujurnya, Elina sangat kecewa dengan solusi itu. Ini adalah hubungan pertama bagi mereka berdua. Latar belakang keluarga dan kepribadian masing-masing membuat cara mereka menyelesaikan masalah pun berbeda.Titik awal, cara berpikir, serta tujuan yang ingin dicapai juga tidak sama.Saat menghadapi masalah, Elina memilih mengambil jarak. Sedangkan saat menghadapi masalah, Silvar justru ingin menikah.Cara mereka memang terlihat berbeda, tetapi sebenarnya sama saja. Yang satu memilih menghindar, yang satu terlalu terburu-buru.Elina melepas mantel panjangnya lalu menyuruh Silvar menyalakan air panas. "Aku mau mandi. Nanti setelah itu baru kita bicara."Silvar tetap berdiri di tempatnya tanpa bergerak. Dia menunduk menatap Elina. Matanya tampak berkaca-kaca. Kalau saja dia punya ekor, mungkin sekarang ekor itu sudah terkulai. Dia tampak seperti anjing liar yang ditinggalkan pemiliknya dan terlihat begitu menyedihkan."Kamu ... mau suruh aku pergi?" Nada bicaranya penuh kehilangan dan kes

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 827

    Melihat Elina sudah mengakhiri telepon dan emosinya kembali tenang, Lunara akhirnya bertanya, "Jadi, kamu berencana pulang untuk bertengkar?""Bukan. Bertengkar itu bikin hati capek."Orangnya sudah datang. Tentu saja Elina tidak mungkin mengusirnya.Cuaca di luar sangat dingin. Dia juga tidak mungkin membiarkan Silvar terus menunggu di luar.Di depan rumah Casya memang ada lorong terbuka. Meski sudah dipasangi jendela, tetap saja udara musim dingin sangat menusuk.Lunara menggoda, "Menurutku bukan karena takut dia kedinginan. Kamu yang kasihan sama dia."Elina ikut tertawa.Dengan terus terang dia berkata, "Aku cuma sudah paham sekarang. Menghadapi laki-laki itu mirip seperti memelihara kucing. Selama dia makan, minum, buang air, dan berkeliaran dengan normal, ya biarkan saja. Kalau punya kebiasaan buruk, tinggal diperbaiki. Kalau benar-benar nggak bisa diperbaiki ... ya sudahlah, biarkan dia jadi kucing liar."Perumpamaan itu terdengar sangat unik. Sampai membuat Lunara tertawa terba

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status