공유

Bab 532

작가: Fitri
Lunara menolak ajakan makan malam itu, membuat Tamara merasa agak tidak senang. Dia merasa, padahal Lunara hanya mengandalkan wajah cantiknya dan perhatian Kayden padanya.

Di dunia ini, wanita cantik tidak pernah kekurangan. Kalau mengira cinta bisa abadi, itu benar-benar salah besar.

Saat suatu hari Kayden kehilangan ketertarikan padanya, Lunara akan sadar kalau cinta sebenarnya tidak berarti apa-apa. Pria tidak mungkin hanya ada satu wanita di sisinya, apalagi pria sesukses Kayden.

Silvar meli
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Iing
dihhh..ada ya bapak seperti Sutan ,bahkan anaknya rela dipukul oleh orang lain , bukan bilang harus menjaganya dan menyayanginya..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 949

    Namun, dalam hati dia tetap menggerutu. Sudah selarut ini, jalan menuju gunung juga semakin sulit dilalui. Kenapa masih ada orang yang naik pada jam seperti ini?Saat itu.Di tangga di bawah sana, muncul cahaya senter. Sorotannya yang terang menyapu permukaan jalan hingga membuat mata pendeta muda itu silau.Mata pendeta muda itu langsung membelalak."Guru, sepertinya orang yang Guru tunggu sudah naik!""Ya, biarkan dia kemari."Orang yang sedang mendaki gunung itu terlihat sangat terburu-buru.Hampir setiap langkahnya melewati tiga anak tangga sekaligus, seolah ingin berlari menaiki deretan tangga panjang itu.Begitu sampai di depan pintu, dia terengah-engah. Keringat deras terus menetes dari dahinya.Pendeta kecil itu menunjuk ke dalam."Guru sudah menunggumu sejak bangun pagi. Akhirnya kamu datang juga."Silvar terengah-engah. Dia merasa dadanya sangat sesak. Tadi dia naik terlalu terburu-buru hingga rasanya seluruh udara di paru-parunya sudah terkuras habis. Dia tidak sempat memedu

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 948

    Keesokan harinya, saat cahaya pagi baru menyingsing.Kayden pergi ke gunung seorang diri. Pakainya yang rapi dan berkualitas sudah dibasahi embun. Namun, dia tidak berhenti dan terus melangkah cepat mendaki gunung. Tepat ketika kuil baru membuka pintunya, dia menjadi orang pertama yang masuk.Seorang pendeta muda melihat kedatangannya dan merapatkan kedua telapak tangan di depan dada."Pak Kayden, Guru bilang Anda akan datang. Beliau sudah menunggu."Kayden mengangguk kecil. Dia mengikuti pendeta muda itu masuk. Pendeta tua sedang duduk di bawah pohon dengan senyum ramah dan wajah penuh kebajikan."Pak Kayden, sepertinya keinginan Anda sudah terkabul. Selamat.""Terima kasih. Kali ini aku datang untuk meminta jimat keselamatan bagi anakku yang baru lahir."Pendeta tua mengambil sebuah kantong kecil berwarna biru yang berada di sampingnya."Sudah disiapkan sejak lama. Pak Kayden nggak perlu khawatir."Kayden duduk di sampingnya."Bagaimana Guru tahu aku akan datang?"Pendeta tua mengelu

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 947

    "Kalau kamu benar-benar nggak suka, nanti setelah dia dewasa, biarkan dia sendiri yang memutuskan."Hati Lunara terasa sesak. Kayden selalu memikirkan berbagai cara, dari segala sisi, hanya untuk membuatnya merasa aman.Lunara menempelkan wajahnya ke pipi lembut bayi yang baru lahir itu. Dia memejamkan mata. Dalam hati, dia berkata pelan, "Mulai sekarang namamu Jaden. Kamu punya papa, mama, dan kakak terbaik di dunia."....Selama enam jam setelah melahirkan, Lunara belum boleh minum air.Kayden terus berada di sisinya. Sesekali dia membasahi kapas dengan air, lalu mengusapkannya perlahan ke bibir Lunara. Hampir setiap proses yang harus dilalui Lunara, dia selalu mendampinginya. Dia terus sibuk mengurus semuanya sampai hari Lunara keluar dari rumah sakit.Lunara terlihat segar dan bugar. Sebaliknya, lingkaran hitam tampak jelas di bawah mata Kayden.Selama beberapa hari di rumah sakit, dia mencoba ikut mengurus bayi. Barulah sekarang dia menyadari bahwa mengurus anak ternyata jauh lebi

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 946

    Kayden mencoba merasakan bagaimana menggendong anak itu. Perawat membetulkan posisi gendongannya dan menyuruhnya agar tidak terlalu tegang.Saat melihat Kayden masuk sambil menggendong bayi, Saphira sampai terkejut. Dia buru-buru menghampiri dan mengambil bayi itu dari tangannya.Barulah Kayden menyadari bahwa seluruh tubuhnya sudah berkeringat dingin. Dia terlalu takut salah menggunakan tenaga dan membuat bayi dalam pelukannya merasa tidak nyaman.Saphira membaringkan bayi itu di samping Lunara.Sesaat setelah lahir tadi, dokter sempat mendekatkan bayi itu ke wajah Lunara agar pipi mereka bersentuhan, lalu segera membawanya pergi. Baru sekarang Lunara memiliki tenaga untuk membuka mata dan melihatnya dengan baik.Daisy berdiri dengan hati-hati di samping ranjang."Mama, ini adikku? Kenapa dia jelek sekali?"Priya tertawa. "Di antara bayi yang baru lahir, adikmu sudah termasuk tampan.""Waktu baru lahir, aku juga sejelek ini?""Iya."Priya memeluk Daisy dan menunjukkan foto-foto yang d

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 945

    Hati mereka berdua langsung meleleh. Bahkan suara mereka ikut melembut dan nyaris seperti berbisik."Anak ini pasti tampan kalau sudah besar nanti.""Tentu saja. Lihat saja Daisy kita, kakaknya secantik itu, adiknya pasti juga tampan."Mereka berdua berdiri di depan jendela sambil memandangi bayi itu beberapa saat.Priya mengambil ponselnya dan memotret beberapa foto. Hanya dengan melihat kehidupan kecil yang begitu mungil dan lembut itu, matanya sudah terasa panas dan berkaca-kaca.Ikatan darah memang aneh, tetapi juga sangat istimewa.Melihat kehidupan diteruskan dari satu generasi ke generasi berikutnya membuat bagian paling lembut di dalam hatinya tersentuh. Dia teringat saat dulu melahirkan Lunara.Mereka tidak boleh terlalu lama berada di area bayi baru lahir. Selain itu, mereka berdua juga terus memikirkan keadaan Lunara, jadi mereka pun meninggalkan tempat itu.Saat berada di koridor, Priya tersenyum."Anak ini mirip sekali sama Lunara waktu baru lahir. Waktu itu ibu mertuaku t

  • Ketika Takdir Mempertemukan Cinta yang Tertunda   Bab 944

    Rasa sakit itu datang secara teratur dan terasa sangat familier.Kayden seketika berdiri dan memanggil dokter. Para tenaga medis segera menutup tirai dan melakukan pemeriksaan dengan teratur. Setelah memeriksa Lunara beberapa saat, dokter menatapnya."Air ketubannya sudah pecah. Kami akan segera menyiapkan ruang operasi.""Baik."Kayden menggenggam erat tangan Lunara.Lunara sudah pernah melahirkan sebelumnya, jadi dia tidak terlalu gugup. Sebaliknya, telapak tangan Kayden justru dipenuhi keringat. Saat menggenggam tangannya, telapak tangan Kayden bahkan terasa basah."Sayang, kamu baik-baik saja?"Suara pria di hadapannya terdengar sedikit serak.Sebelumnya, dia sudah membaca banyak informasi tentang proses persalinan.Namun, semua itu tetap tidak mampu menghilangkan kegugupannya saat menghadapi keadaan yang sebenarnya.Lunara mengangguk. "Aku masih baik-baik saja. Rasa sakitnya belum terlalu kuat."Tatapan Kayden beralih kepada dokter. "Aku boleh masuk ke ruang operasi?"Melihat dia

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status