Tamara yang berdiri di samping berkata dengan hati-hati, "Kalau begitu ... bisa nggak kami tetap tinggal di sini? Elina, Ibu sudah tinggal di sini seumur hidup. Pasti akan sulit untuk beradaptasi jika harus pindah ke tempat lain."Elina menjawab tanpa ragu, "Nggak bisa. Aku sudah siapkan apartemen tiga kamar untuk kalian. Kalau mau tinggal, silakan. Kalau nggak mau, cari cara lain sendiri. Vila itu sudah kujual. Kalian harus pindah secepatnya."Apa yang baru saja dia katakan? Dia menjual vila ini? Tamara refleks ingin memakinya, tetapi segera dihentikan oleh Sutan.Setelah menutup telepon, Sutan memandang Tamara. "Kamu nggak sadar sifat Elina sebenarnya mirip kakeknya? Selama ini dia cuma pura-pura patuh di rumah!""Kalau kamu benar-benar buat dia marah, jangankan apartemen tiga kamar, tempat tinggal pun belum tentu dia kasih!""Untuk sekarang kita ngalah dulu. Cari cara untuk keluarkan Alfie terlebih dulu. Soal lainnya, nanti kita pikirkan lagi."Sutan menyalakan sebatang rokok. Di da
Read more