Dibuang ataupun dibakar, rasanya sama-sama aneh.Pada saat seperti ini, orang yang terlintas di benak Lunara ternyata hanya Orion. Ayahnya selalu menjadi tempat berlindungnya. Kalau Orion melihat foto-foto ini, mungkin dia juga akan senang.Ponsel di dalam tasnya mulai bergetar. Tak lama kemudian, terdengar suara Daisy. "Mama, ini telepon dari Papa! Telepon dari Papa!"Sebelumnya, Kayden memang sengaja merekam suara itu dan menjadikannya nada dering ponsel Lunara. Waktu pertama kali berbunyi di kantor, dia sempat menjadi bahan godaan orang-orang di sekitarnya. Belakangan, semua orang sudah terbiasa.Lunara mengeluarkan ponselnya. Benar saja, yang menelepon adalah Kayden."Di mana?""Di tempat Ayah."Di seberang sana terdiam sesaat, lalu Kayden berkata, "Kangen Ayah? Kenapa nggak ajak aku?"Lunara menggumam pelan, "Ada yang kasih aku kotak berisi foto-fotoku yang diambil diam-diam. Aku nggak tahu harus diapakan.""Dibakar rasanya seperti pertanda buruk, dibuang juga nggak mungkin karena
Mehr lesen