Seandainya Orion juga hadir hari ini, dia pasti sudah menangis tersedu-sedu. Memikirkan hal itu, Priya tiba-tiba ingin tertawa.Dia memandang Lunara yang tampil begitu anggun dalam balutan gaun pengantin, melangkah setapak demi setapak menuju Kayden.Seolah-olah dia melihat Lunara saat masih bayi, Lunara saat bersekolah, dan Lunara saat dewasa. Semuanya berjalan perlahan ke arahnya, lalu makin menjauh, melangkah menuju dunia yang menjadi miliknya sendiri.Putri yang selama ini dia dan Orion jaga serta sayangi sepenuh hati itu, akhirnya bertemu dengan seorang pria yang menghargainya bak harta paling berharga.Saphira pun menyeka air matanya. Sambil menggenggam tangan Priya, keduanya berpandangan dengan mata berkaca-kaca.Yang tersisa hanyalah rasa lega dan syukur. Mikrofon berpindah ke tangan Kayden bersamaan dengan tangan Lunara yang digenggamnya.Kayden memandang sekeliling, lalu berkata dengan lantang, "Terima kasih kepada semua yang telah datang hari ini."Saat mengucapkannya, suara
続きを読む