Silvar tidak mengerti di mana letak masalahnya. Apa karena dia tidak cukup disukai oleh Elina, sehingga Elina merasa masih bisa menemukan pria yang lebih baik? Atau karena Elina merasa dia bukan pria yang layak dipercayakan untuk menemani seumur hidup?Pikiran yang bercampur aduk itu membuat Silvar semakin tenggelam dalam kebingungan.Elina mengambil sebutir permen kenyal. Lalu, dia menyuapkan sebutir lagi ke mulut Silvar."Pernikahan bukan cuma urusan dua orang, tapi juga dua keluarga. Aku masuk ke keluargamu, kamu masuk ke keluargaku. Itu pasti akan membagi waktu, tenaga, dan perhatianku. Kalau nanti ada anggota keluarga baru, maka susunan keluarga itu akan menjadi kelanjutan dari sebuah kehidupan.""Tapi untuk saat ini aku belum punya rencana punya anak. Jadi, bagiku, pernikahan belum menjadi sesuatu yang diperlukan."Elina menatapnya dengan tenang. "Atau, coba kamu bilang padaku, apa sebenarnya manfaat nyata dari menikah?"Jelas-jelas usianya lebih muda dan pengalaman hidupnya jauh
Mehr lesen