"Rumah ini kan milik Kakek. Aku dan Eston tinggal di sini, apa kami harus bayar uang sewa ke Kakek?"Rayan dibuat tertawa olehnya. Sedikit rasa murung yang tadi sempat muncul langsung lenyap.Dia sudah tua.Sehebat apa pun seseorang saat masih muda, ketika sudah menua, tetap saja akan khawatir menjadi beban bagi anak cucunya, menambah biaya untuk merawat dan mengurus dirinya.Casya mendekat lalu berbisik di telinga Rayan."Sekarang aku lagi kerja sama dengan tantenya Kak Eston. Kalau Kakek nggak ada, nggak ada lagi yang bisa membelaku. Kalau mereka menekan aku pakai urusan kerja sama, aku harus gimana? Kakek harus terus berada di pihakku!"Rayan terkekeh. "Oke, oke. Kakek akan selalu di pihakmu. Kalau Eston bikin kamu kesal, datang saja ke Kakek, nanti Kakek yang membelamu."Eston memandangi mereka berdua. Dia pun tak bisa menahan diri untuk menghela napas. Sebenarnya, sifat Rayan cukup penyendiri dan keras. Kadang dia juga agak keras kepala. Di tempat kerja, dia sudah terbiasa menjadi
Ler mais