Melihat situasinya sekarang, orang itu pasti sadar bahwa dirinya sudah jatuh miskin, jadi tidak mau lagi berhubungan dengannya, takut dia hanya akan menyusahkan mereka.Yuna sangat memahami hal itu. Orang-orang seperti mereka memang selalu menjilat yang berkuasa dan menginjak yang sedang jatuh.Suatu hari nanti, dia pasti akan kembali seperti dulu. Saat itu, dia ingin melihat apakah mereka masih berani memandang rendah dirinya.Yuna merangkak dengan tergesa-gesa. Sebelum Silvar sempat menutup pintu, dia menarik daun pintu."Kak! Jangan usir aku! Aku bisa menjelaskan semuanya kepada kakakku! Tolong biarkan aku bertemu Kak Elina!"Dia melihat sepasang sandal wanita di dalam rumah, juga melihat foto yang diletakkan di dekat pintu masuk.Itu adalah foto Elina dan Silvar. Keduanya tersenyum begitu manis. Pemandangan itu menusuk mata Yuna.Silvar menatapnya dari atas, melihat penampilannya yang menyedihkan, lalu berkata dengan dingin, "Pergi. Kalau nggak, aku akan telepon polisi. Kamu mau ti
Leer más