ログインIndustri perhiasan ....Karena sama-sama bekerja di industri perhiasan, Sarah tanpa sadar merasa sedikit lebih akrab dengan orang yang juga bekerja di bidang yang sama."Industri perhiasan? Kebetulan sekali. Aku juga bekerja di perusahaan perhiasan. Tapi aku cuma staf keuangan biasa.""Kamu juga bekerja?"Sarah membuka pintu mobilnya, lalu menepuk-nepuk salju yang menempel di pintu mobil. "Banyak orang kuliah sambil bekerja. Itu hal yang biasa. Selama kampus mengizinkan dan perusahaan juga mengizinkan, apa salahnya?""Benar juga."Sarah tidak berniat mengobrol lebih lama dengan Sandy. Dia memasukkan kotak paket ke mobil, lalu mengemudikan mobilnya pergi.Menjelang akhir Desember, Kota Andara diguyur salju tipis. Suhu turun drastis. Saat berdiri di area parkir, angin dingin berembus dari segala arah. Rasanya menusuk hingga ke tulang.Sandy menarik ritsleting jaketnya. Dia memperhatikan mobil Sarah keluar dari area parkir, lalu kembali ke mobilnya sendiri dan pulang.Sesampainya di rumah
Melihat situasinya sekarang, orang itu pasti sadar bahwa dirinya sudah jatuh miskin, jadi tidak mau lagi berhubungan dengannya, takut dia hanya akan menyusahkan mereka.Yuna sangat memahami hal itu. Orang-orang seperti mereka memang selalu menjilat yang berkuasa dan menginjak yang sedang jatuh.Suatu hari nanti, dia pasti akan kembali seperti dulu. Saat itu, dia ingin melihat apakah mereka masih berani memandang rendah dirinya.Yuna merangkak dengan tergesa-gesa. Sebelum Silvar sempat menutup pintu, dia menarik daun pintu."Kak! Jangan usir aku! Aku bisa menjelaskan semuanya kepada kakakku! Tolong biarkan aku bertemu Kak Elina!"Dia melihat sepasang sandal wanita di dalam rumah, juga melihat foto yang diletakkan di dekat pintu masuk.Itu adalah foto Elina dan Silvar. Keduanya tersenyum begitu manis. Pemandangan itu menusuk mata Yuna.Silvar menatapnya dari atas, melihat penampilannya yang menyedihkan, lalu berkata dengan dingin, "Pergi. Kalau nggak, aku akan telepon polisi. Kamu mau ti
Setelah semua dokumen selesai ditandatangani, Lunara menyerahkannya kepada Elina. "Aku berpihak padamu."Elina mengedipkan mata kepada Lunara, lalu memperlihatkan senyuman penuh pengertian. "Kalau begitu, kamu mau menampungku beberapa hari?""Dulu aku sudah telanjur pindah ke rumahnya dan belum sempat beli rumah baru. Sekarang aku cuma bisa nginap di hotel.""Datang saja, sekalian bantu aku urus anak."Daisy memang anak yang sangat penurut. Bisa dibilang dia seperti malaikat. Namun, mengurus bayi tetap saja membuat Elina yang belum menikah dan belum punya anak merasa gentar. Dia langsung berbalik hendak pergi.Sebelum Elina keluar, Lunara berkata, "Rumah Casya lagi kosong. Tinggal saja di sana.""Casya 'kan ... masih hilang? Kalau aku tinggal di sana, bukannya kurang pantas?"Lunara terkekeh pelan. "Kalau begitu, bilang saja kamu terlalu kangen Casya. Kamu tinggal di rumahnya sambil nunggu dia pulang.""Ide bagus." Elina langsung menerima usul Lunara.Sepulang kerja malam itu, dia lang
Itu sebabnya, Sarah membeli sebuah mobil bekas seharga ratusan juta. Mobil itu sudah lebih dari cukup untuk dipakai bersama adiknya.Setelah mengatakan itu, Sarah meninggalkan mahasiswa tadi, lalu berjalan menuju area parkir. Dia mengemudikan mobilnya pulang.Tak lama kemudian, kejadian itu pun terlupakan.....Tahun ini, àl'aube memperluas kapasitas produksinya. Seri Kepompong Pecah dan seri Taman Firdaus sama-sama terjual dengan sangat baik.Di pihak Spring & Co, setelah bekerja sama dengan Lumigold, penjualan seri Janji Bahagia pun jauh melampaui perkiraan.Desain untuk edisi khusus yang akan kembali dikerjakan bersama Lumigold pada kuartal berikutnya juga sudah dikirim kepada Elistar dan kini telah memasuki tahap produksi.Begitu seluruh urusan di Grup Narasoma benar-benar selesai, produk baru itu akan resmi diperkenalkan kepada publik. Saat itu tiba, produk itu pasti akan membuat semua orang terpukau.Lunara membagikan bonus akhir tahun yang sangat besar kepada seluruh karyawan. D
Di Universitas Andara, minggu ujian akhir semester juga bertepatan dengan musim ujian masuk program pascasarjana.Perpustakaan pun resmi dibuka. Semua tempat duduk dipenuhi mahasiswa yang fokus belajar.Setelah menyelesaikan pekerjaan yang diberikan dosen pembimbingnya, Sarah mengeluarkan ponselnya untuk mengurus pekerjaan dari àl'aube.Beban kerja àl'aube sangat besar. Ditambah lagi sudah mendekati akhir tahun, bagian keuangan tidak memiliki hari libur dan harus selalu siap siaga.Tumpukan faktur yang harus diterbitkan serta kuitansi untuk penggantian biaya sudah menggunung.Untungnya, Sarah sudah terbiasa dengan ritme kerja seperti itu. Seluruh waktunya dihabiskan untuk bekerja dan belajar.Bagi Sarah, bisa mendapat kesempatan bekerja sambil tetap kuliah dari Lunara saja sudah merupakan sebuah keberuntungan. Karena itu, baik pekerjaan maupun kuliah, tidak boleh ada yang salah.Setelah mengimpor laporan keuangan ke komputer, Sarah menyelesaikan satu per satu data. Saat menunduk, dia b
Sebagian besar orang tua yang anaknya mengidap penyakit jantung bawaan akan diliputi rasa bersalah.Terutama sang ibu. Mereka merasa bahwa dirinyalah yang gagal memberikan tubuh yang sehat kepada anaknya.Banyak keluarga juga tidak mampu menanggung biaya operasi. Bahkan biaya pemeriksaan pada tahap awal pun sudah merupakan pengeluaran yang sangat besar.Niat Zaid untuk melakukan hal ini memang sangat mulia. Hanya saja, dia tetap meremehkan besarnya biaya yang harus dikeluarkan.Lunara ingin melanjutkan apa yang belum sempat dia selesaikan. "Aku akan nyumbang sebagian, kamu juga nyumbang sebagian. Terus kita ajak teman-teman yang tertarik ikut berdonasi. Aku yakin kita pasti bisa mewujudkan ini."Kayden memandang Lunara. Saat ini, dia sedang memasuki trimester kedua kehamilannya. Dia mengenakan gaun rumahan berwarna putih gading. Bagian roknya lebar, menumpuk di sekitar pergelangan kakinya.Seluruh dirinya memancarkan kelembutan, seolah-olah tubuhnya diselimuti cahaya yang hangat. Setia







