Saat membuka mata kembali, tatapannya menjadi lebih dingin. "Direktur, apa CCTV-nya benar-benar rusak?"Direktur tidak berani menatapnya, apalagi menatap Vihan. Dia menggertakkan gigi dan mengangguk. "Ya, kebetulan sedang rusak.""Baiklah, saya tidak akan memaksa."Mendengar hal itu, Direktur tampak sangat lega. Siapa sangka, Ziana melanjutkan, "Saya punya rekaman suara. Saya berikan buktinya, Anda tangani foto-fotonya. Saya demi ayah saya, Anda demi reputasi RSJ. Saya rasa Direktur tidak punya alasan untuk menolak, ‘kan? Atau Anda lebih suka saya berdiskusi dengan dua Wakil Direktur lainnya, atau membiarkan Pak Vihan turun tangan membereskan masalah adiknya?"Di RSJ ini, ada dua Wakil Direktur. Jika ada kesempatan naik jabatan, siapa yang mau tetap jadi wakil? Tapi yang benar-benar membuat Direktur ketakutan adalah jika Vihan ikut campur.Dengan tekanan dari dua sisi, Direktur tidak lagi berani melawan. Dia tidak menyangka Ziana yang masih muda ternyata selalu menyiapkan kartu cada
อ่านเพิ่มเติม