"Ziana jangan takut, kamu punya aku, dan ada resor ini. Resor ini akan selalu menjadi rumahmu."Kalimat itu juga pernah diucapkan oleh Farel kepadanya. Pantas saja orang bilang, janji laki-laki hanyalah omong kosong belaka. Ziana ingin sekali tertawa, tetapi matanya terasa panas dan perih.Resor ini tidak hanya menyimpan kenangan orang tuanya, tapi juga kenangannya bersama Farel. Situasi saat ini mirip sekali dengan drama di televisi. Ketika seorang wanita telah memberikan segalanya untuk sebuah rumah, tetapi saat pria itu bosan, dia mengusir wanita itu dan menegaskan bahwa rumah itu miliknya, bukan milik si wanita.Melihat sikap Farel, keempat manajer F&B mulai ikut menyudutkan Ziana. "Ziana, Bu Silvia bahkan nggak menyalahkanmu, kenapa kamu berpikiran sempit begitu?" "Benar, kenapa masalah kecil ini harus kamu perbesar?" "Ziana, seorang karyawan harus punya etika. Minta maaf pada Bu Silvia, maka aku nggak akan mempermasalahkan penggunaan dapur ini."Kalimat terakhir diucapkan o
続きを読む