Ziana terpaku sejenak sebelum tersadar. "Tuan Farel, apa yang harus saya jelaskan?""Menurutmu apa? Kamu nggak seharusnya membuat atasanmu malu di depan orang banyak!" Farel mengerutkan kening, menunjukkan rasa tidak senangnya yang mendalam.Ziana menatapnya, suaranya terdengar sangat tenang. "Tapi yang dibicarakan saat itu adalah mantan pacar saya, ‘kan? Apa hubungannya dengan atasan saya? Lagi pula, apa saya salah bicara? Bukannya itu memang ... perselingkuhan?"Farel terdiam. Dia baru menyadari bahwa Ziana sedang membantahnya secara terang-terangan. Hatinya merasa tidak nyaman. "Ziana, kamu jelas tahu kalau aku ....""Aku tahu, Anda hilang ingatan." Ziana tidak lagi bersikap patuh, dia bahkan mendengus mengejek. "Tapi Tuan Farel, Anda hanya hilang ingatan, bukan hilang akal sehat. Kecelakaan dan amnesia di hari yang sama, mengenal Silvia di hari yang sama, lalu jatuh cinta dan mengumumkan hubungan di hari yang sama. Menurut Anda, apa ada orang yang akan percaya?""Tuan Farel,
Leer más