Resor. Sebelum turun dari bus, Ziana mengguncang tubuh Tamara untuk membangunkannya. "Nanti aku pesankan kopi untuk diantar ke departemenmu, ya.""Jangan, kalau yang lain melihat, mereka akan nyindir aku lagi. Di tasku ada kopi instan, nanti aku buat sendiri." "Jangan terlalu banyak minum kopi ...." "Iya, iya, mengerti. Hubungi aku kalau ada apa-apa." Tamara melompat turun dari bus.Gadis yang terlihat penuh semangat itu sebenarnya memikul beban yang sangat berat di pundaknya. Mungkin karena merasa senasib, sejak pertama kali bertemu Tamara, Ziana sudah merasa cocok.Ziana masuk melalui terowongan bawah tanah, mengantarkan seragam kemarin ke ruang cuci, lalu mengambil seragam bersih dan menggantinya. Saat tiba di kantor, rapat baru saja dimulai.Aryani menanyakan status klien masing-masing seperti biasa. Dia lalu menambahkan, "Bulan ini adalah musim kepiting, banyak jamuan keluarga di Kota Borana, segera hubungi klien kalian." "Baik."Setelah itu, mereka membahas persiapan beb
Leer más