Karena melihat Sheza masih terpaku menatap alat tes kehamilan dengan raut tak percaya, Satria mengambil alat tes yang satunya lagi.“Ayo,” ujarnya sambil tersenyum. “Sekali lagi. Biar aku juga puas lihat hasilnya.”Tanpa banyak bicara, ia menggandeng Sheza kembali mendekati kloset.“Aku happy, Zee,” ucapnya pelan, tetapi kali ini terdengar jauh lebih tulus.Ya, tentu saja Satria bahagia.Bukankah hampir setiap hari pria itu bercanda, atau bahkan dengan serius, mengatakan ingin memiliki banyak anak?Mendengar pengakuan itu, Sheza pun tak bisa memungkiri kebahagiaannya sendiri. Perempuan mana yang tidak ingin merasa dicintai dan diinginkan sedemikian besar oleh laki-laki yang menjadi suaminya?Hanya saja ….Di balik rasa bahagia itu, pikirannya masih dipenuhi kegelisahan.Studio yang baru saja ia bangun akhirnya menerima proyek pertamanya. Ia bahkan sudah mendapat tawaran menjadi model katalog pakaian ibu dan bayi untuk sebuah department store.Bukan proyek yang besar.Namun, bagi Sheza
Last Updated : 2026-07-16 Read more