Malam itu, lampu utama kamar sudah dimatikan. Hanya diterangi lampu tidur yang redup kekuningan.Sheza berbaring menyamping membelakangi pintu. Selimut tipis menutupi pinggangnya. Rambut yang sejak pagi dijepit kini telah terurai, menutupi sebagian pipinya.Pintu kamar terbuka perlahan. Satria masuk setenang mungkin. Ia menutup pintu tanpa suara, lalu meletakkan ponsel di atas nakas.Baru saja merapikan bantalnya, suara pelan terdengar dari sebelahnya. “Kok baru masuk?” Sheza berbalik pelan. Satria menoleh. "Ternyata belum tidur."Sheza mengulurkan tangannya perlahan. "Aku nungguin."Senyum tipis muncul di bibir Satria. "Dari kamar bayi. Tadi Sagara bangun sebentar. Jadi aku gendong ke depan tv. Sekalian nonton bola.”Sheza langsung membalikkan tubuh menghadap suaminya. “Diajakin nonton bola? Anaknya sekarang melek?” “Enggak. Dibawa ke depan tv malah nyenyak.” Satria terkekeh, lalu naik ke ranjang. Sebegitu kepalanya menyentuh bantal, ia lalu bergeser mendekati Sheza. “Sini,” katany
Last Updated : 2026-08-05 Read more