Satria melangkah keluar dengan handuk yang hanya terlilit longgar di pinggang, air masih menetes dari ujung rambutnya, menyusuri leher, turun ke bahu yang lebar. Di usia empat puluh satu tahun, tubuhnya masih menyimpan bentuk yang terjaga—bukan karena obsesi, tapi karena kebiasaan bertahun-tahun yang tak pernah benar-benar ia tinggalkan. Bahu bidang, dada yang kokoh, lengan yang terbentuk dari disiplin yang diam-diam konsisten.Ia menyeberang ke walk-in closet yang terhubung langsung dengan kamar mereka, membuka satu pintu lemari, mengambil sepotong pakaian dalam, menutupnya kembali tanpa suara berlebih.Ketika ia muncul lagi beberapa menit kemudian, hanya mengenakan boxer gelap, rambutnya masih setengah basah, cahaya lampu kamar memantul lembut di kulitnya yang masih sedikit lembap.Sheza sudah menunggu di tempat tidur. Mendengar langkahnya, ia menoleh.Satria tersenyum tipis, lalu melangkah mendekat perlahan, seakan waktu sengaja melambat untuknya.Ia naik ke ranjang, merebahkan dir
Last Updated : 2026-09-04 Read more