Pertanyaan itu datang begitu mendadak sampai Sheza tidak langsung menemukan jawaban.Nadine tidak tersenyum. Tatapannya masih tertuju pada perut Sheza. “Atau lebih tepatnya,” lanjutnya, “seberapa besar peran seks dalam mempertahankan rumah tangga kamu dan Satria?”Sheza mengembuskan napas pelan. “Mbak Nadine sebenarnya sedang bertanya tentang apa?”“Saya cuma penasaran.”“Pertanyaan seperti itu biasanya bukan sekadar penasaran.”Nadine mengangkat alis. “Kenapa? Kamu tersinggung?”“Tidak.” Sheza meraih gelasnya dan menuangkan air mineral. Es batu di dalamnya bergeser pelan ketika ia mengangkat gelas itu. “Saya cuma mau tahu arah pertanyaannya.” Ia meneguk sedikit, lalu meletakkan kembali gelasnya.Nadine masih menunggu. “Saya lihat kamu hamil lagi,” katanya. “Jadi saya bertanya-tanya. Apa memang sesederhana itu? Satria mau punya banyak anak, kamu hamil, lalu semuanya berjalan baik?”Sheza menatapnya dengan tenang. “Rumah tangga nggak sesederhana itu, Mbak.”“Bukannya berarti seks itu h
Last Updated : 2026-08-18 Read more