"Pak... kenapa saya di sini?" bisiknya parau.“Brisik!” sahut Araska, keudian berlalu begitu saja.Semalaman Araska tak berada dalam kamarnya, hingga pagi menjelang. Meski Alya gelisah memikirkan Dimana bosnya itu, ia tak berani menelpon atau mengirim pesan.Sebelum shubuh Alya sudah keluar dari kamar, melihat anak-anaknya dalam kamar masih tertidur pulas. Ia bergegas menuju dapur, berinisiatif membuat sarapan.“Mbak Alya, ngapain di sini?” tanya salah satu asisten rumah tangga di rumah itu.“Eh, ini, Mbak, mau bantuin apa gitu.”“Jangan, Mbak. Kalau Tuan tahu … saya yang kena marah.” BIbir Alya mengerucut sebal, sebab tangannya sudah gatal ingin membuat masakan.“Tenang, Tuan tidak akan tahu.”Alya tidak menggubris larangan dari wanita tersebut, tangannya begitu lincah memainkan pisau dan beberapa peralatan di sana.Ia berinisiatif membuat sup ayam, teringat Nenek Ratih pasti suka.Tidak menunggu waktu lama, semua hidangan telah siap di meja. Asisten rumah tangga yang dari tadi melih
최신 업데이트 : 2026-01-21 더 보기