Persiapan menuju Amalfi ternyata tidak semudah membalikkan telapak tangan, terutama ketika ada tiga pasang mata kecil yang menatap mereka dengan penuh selidik.Pagi itu, aroma kopi dan roti panggang memenuhi ruang makan. Araska mencoba bersikap kasual, namun tiket di saku jasnya terasa seperti membakar kulitnya. Alya, di sisi lain, sibuk memastikan Tsaqif tidak memasukkan sereal ke dalam lubang pengisi daya tabletnya."Jadi, Nenek sudah memutuskan," suara Nenek Ratih memecah keheningan dengan wibawa yang tidak bisa dibantah. Beliau meletakkan cangkir teh porselennya tanpa suara."Zayyan, Aisya, dan Tsaqif, akan berada di bawah pengawasanku penuh selama sepuluh hari. Tidak ada protes, tidak ada negosiasi."Araska berdeham, melirik Alya. "Nek, Zayyan itu sedang hobi membongkar radio. Jangan sampai jam tangan antik kakek jadi korbannya."Nenek Ratih hanya tersenyum tipis, jenis senyuman yang membuat nyali lawan bisnis Araska menciut. "Zayyan akan belajar mekanisme jam dinding besar di pe
최신 업데이트 : 2026-02-23 더 보기