Kening Kakak langsung berkerut. Seberkas kekhawatiran melintas di matanya, tetapi mulutnya tetap memaki dengan tidak sabar."Apa yang bisa terjadi sama dia? Setiap hari ngeluh sakit, tapi setiap kali dibawa ke rumah sakit, hasil pemeriksaannya selalu normal. Dia sering pura-pura sakit, apa kamu nggak tahu?"Suara pengasuh sudah bergetar menahan tangis. "Tuan Muda, kali ini Nona Kirana benar-benar tidak berpura-pura. Dia memuntahkan banyak darah, dokter bilang kondisinya kritis dan harus segera ditangani. Tolonglah jenguk dia."Asisten yang berdiri di samping juga ikut membujuk, "Bos, sebaiknya Bos pergi melihatnya sebentar. Kalau sampai dibawa ambulans ke rumah sakit, pasti bukan kebohongan."Kakak terdiam beberapa saat, lalu berkata kepada asistennya dengan suara serak, "Bantu aku cek dia ada di ruang mana. Tidak, sekarang dia pasti masih di ruang gawat darurat."Kakak melangkah hendak menuju ruang darurat, tetapi tiba-tiba terdengar panggilan lemah dari belakang. "Kakak, aku sebentar
Read more