Short
Salah Paham yang Terlambat Untuk Diluruskan

Salah Paham yang Terlambat Untuk Diluruskan

Von:  MooreAbgeschlossen
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel4goodnovel
10Kapitel
11.7KAufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Penyesalan setelah kematian

Mafia

Pilih Kasih/Egois

Kejam

Penyesalan

Hubungan Keluarga

Keluarga Asal

Pada hari ulang tahunku yang ke-12, saat Ayah dan Ibu sedang membawaku ke taman hiburan, terjadi kecelakaan mobil akibat rem blong. Kakakku, yang merupakan pemimpin mafia, menimpakan seluruh kesalahan atas kematian orang tua kami kepadaku. Dia benar-benar membenciku, tetapi memanjakan adikku yang dua tahun lebih muda dariku, Elvara, seolah dia adalah harta paling berharga. Bahkan setelah aku meninggal, jantungku pun diambil dan dipindahkannya ke tubuh Elvara. Aku tidak akan pernah melupakan saat penyakitku kambuh dan aku pergi mencarinya untuk meminta pertolongan. Tatapan mata Kakak saat itu dipenuhi rasa muak dan kebencian. "Kirana, apa ada yang benar-benar jujur dari semua perkataanmu? Memangnya seru ya pura-pura sakit terus setiap hari? Aku sudah muak sama kebohonganmu!" Namun sesaat kemudian, dia berbalik dan berbicara dengan lembut kepada Elvara, "Jangan takut, donor jantung akan segera ditemukan. Kakak nggak akan membiarkanmu mati!" Belakangan, ketika Kakak melihat tubuhku yang telah hancur tak berbentuk, dia pun benar-benar runtuh.

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Pada detik ketika napasku terhenti, jiwaku melayang di udara. Dengan mata kepalaku sendiri, aku melihat dokter membedah dadaku dengan pisau bedah, mengeluarkan jantungku, lalu membawanya pergi dengan tergesa-gesa keluar dari ruang operasi.

Tanpa sadar aku mengikuti mereka, lalu melihat kakakku yang mondar-mandir gelisah di koridor.

"Jantungnya sudah diambil? Kalau begitu segera atur operasi untuk Elvara. Operasi transplantasi jantung ini harus berhasil!"

Kakak memancarkan wibawa dingin seorang pemimpin mafia, membuat para dokter gemetar dan mengangguk patuh.

Setelah para dokter pergi, asistennya berkata dengan sangat hati-hati kepada kakak, "Bos, kata dokter, donor jantungnya adalah seorang gadis muda. Sampai sekarang keluarganya belum ditemukan."

Kakak mengerutkan kening, lalu menjawab dengan nada tak peduli, "Kalau begitu biarkan rumah sakit terus menghubungi mereka. Setelah keluarganya ditemukan, aku bisa kasih kompensasi dalam jumlah besar."

Asisten itu tampak ingin mengatakan sesuatu lagi, tetapi langsung dipotong dengan tidak sabar, "Hal sepele seperti ini jangan ganggu aku lagi. Urus sendiri saja. Elvara sebentar lagi masuk ruang operasi, aku nggak boleh meninggalkan tempat ini selangkah pun. Kalau terjadi apa-apa sama dia, aku harus bisa segera mengambil langkah."

Mendengar kata-katanya, diriku yang berwujud roh ini tetap merasakan kegagalan dan keputusasaan.

Benar juga. Di mata kakak, kematianku hanyalah perkara sepele yang sama sekali tidak berarti. Sejak Ayah dan Ibu meninggal, kakak yang dulu paling menyayangiku malah menganggapku sebagai musuh.

"Kirana, semua ini salahmu. Kalau bukan karena kamu ngotot ingin pergi ke taman hiburan, Ayah dan Ibu nggak akan mengalami kecelakaan di perjalanan. Lihat Elvara, dia penurut sekali. Di hari kejadian itu, dia diam di rumah. Kalau kamu sebijak dia setengah saja, Ayah dan Ibu nggak akan mati!"

Setelah orang tua kami meninggal, Kakak jarang pulang ke rumah. Bahkan ketika pulang, yang ada di matanya hanyalah adikku. Dia rela berkeliling kota hanya untuk membeli kue manis kesukaan Elvara. Dia menyiapkan setiap pesta ulang tahun Elvara dengan sangat teliti.

Bahkan hanya dengan satu telepon dari Elvara, dia sanggup membatalkan rapat penting. Semua perlakuan itu dulunya adalah milikku seorang. Namun sekarang ... jangankan perhatian, bahkan satu tatapan pun Kakak sudah enggan memberikannya padaku.

Oleh karena itu, dia sama sekali tidak tahu bahwa dalam kecelakaan mobil yang merenggut nyawa Ayah dan Ibu, aku juga tidak keluar tanpa luka.

Benturan hebat itu merobek paru-paruku. Karena tidak mendapat penanganan yang layak, hanya dalam enam tahun kondisiku memburuk hingga mengalami gagal napas dan hidupku tidak akan lama lagi.

Setengah tahun lalu, Elvara tiba-tiba pingsan. Setelah dibawa ke rumah sakit, dia didiagnosis mengalami gagal jantung.

Kakak lalu mendatangkan ahli jantung paling berwenang di dunia ke rumah sakit swasta milik Grup Arista untuk mengobati adikku, sekaligus mengeluarkan biaya besar demi mencari orang yang bersedia mendonorkan jantung.

Aku tahu, ini adalah satu-satunya kesempatan untuk memperbaiki hubunganku dengan kakak. Maka, saat hidupku hampir berakhir, aku menandatangani perjanjian donor organ dengan suka rela. Aku berharap, setelah jantungku menyelamatkan adik yang paling dia cintai, Kakak bisa memaafkanku.

Saat aku tenggelam dalam kesedihan, nada dering ponsel Kakak tiba-tiba berbunyi. Begitu melihat nama penelepon di layar, Kakak langsung mengerutkan kening dalam-dalam.

Itu adalah panggilan dari pengasuh yang merawatku.

Sejak Kakak memutuskan hubungan denganku, semua pelayan di vila hanya sibuk menyanjung adikku dan sama sekali mengabaikanku. Hanya pengasuh yang membesarkanku sejak kecil yang tetap bertahan di sisiku untuk merawatku karena tidak tega meninggalkanku.

Tanpa ragu, Kakak langsung menutup panggilan itu. Namun, belum sempat dia menurunkan ponselnya, panggilan dari pengasuh kembali masuk.

Asistennya mengingatkan dengan niat baik, "Angkat saja, Bos. Dia sudah menelepon berkali-kali. Mungkin Kirana benar-benar sedang dalam keadaan darurat."

Kilatan jijik melintas di mata Kakak.

"Apa lagi yang bisa terjadi padanya? Dulu dia muntah darah di rumah sampai membuat semua orang panik. Tapi waktu aku pulang untuk melihatnya, dia sama sekali nggak apa-apa. Gimana aku bisa percaya sama dia?"

Air mata mengalir deras dari mataku karena rasa sakit.

'Kakak, aku hanya tidak ingin kamu khawatir. Setiap kali sebelum kamu pulang, aku selalu minum obat lebih dulu.'

Pada detik terakhir sebelum panggilan itu terputus, Kakak akhirnya mengangkat telepon.

Suara pengasuh yang panik terdengar dari seberang sana, "Tuan Muda, Nona Kirana dibawa ambulans ke rumah sakit swasta kalian untuk tindakan darurat. Apakah Tuan juga ada di rumah sakit? Apakah Tuan melihat Nona Kirana?"
Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
10 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status