Pagi itu, Mansion Vanderwick tampak sibuk. Lala berdiri di depan cermin besar, menatap gaun simple namun elegan yang ia kenakan. Hari ini adalah hari pernikahan Mei, kakak sepupunya. Meskipun hatinya masih menyimpan luka masa kecil, rasa rindu pada kerabat dari mendiang ibunya tetap tidak bisa ia bendung. "Bub, benar tidak apa-apa aku pergi sendiri? Aku hanya sebentar, aku ingin memberikan kado ini secara langsung," ucap Lala pada Alistair yang sedang menyesap kopinya di balkon kamar. Alistair menatap istrinya dalam-dalam. Ia tahu sejarah kelam keluarga itu bagaimana mereka merampas warisan rumah dan kebun milik orang tua Lala, hingga membiarkan gadis sekecil itu terlantar di panti asuhan dan berakhir di kos-kosan sempit yang lebih mirip kandang kambing demi bisa sekolah. "Pergilah. Tapi ingat, jangan biarkan siapa pun menyentuh harga dirimu, Bub. Jika terjadi sesuatu, panggil aku," jawab Alistair dengan nada cool namun penuh rahasia. Lala tersenyum polos, tidak tahu bahwa
Last Updated : 2026-02-07 Read more